Internasional>Amerika

Terang-terangan Presiden Brazil Menolak Disuntik Vaksin Corona

Terang-terangan Presiden Brazil Menolak Disuntik Vaksin Corona

RUANGTENGAH.co.id, Sao Paulo - Presiden Brazil, Jair Bolsonaro, menolak secara terang-terangan untuk disuntik vaksin Covid 19. Ia menganggap karena pandemi akan segera berakhir dan dunia tidak perlu secara segera melakukan vaksinasi.

“Pandemi benar-benar sedang mencapai ujungnya, angka-angka telah menunjukkan hal itu. Kita hanya sedang menghadapi kenaikan kecil sekarang,” ujarnya.

“Tetapi terburu-buru untuk mendapatkan vaksin tidak dibenarkan karena anda membahayakan nyawa orang,” tambahnya.

Bolsonaro banyak dikritik karena kerap meremehkan pandemi Covid 19. Ia pernah menyebut Covid 19 hanya flu ringan biasa. Bahkan pada Oktober lalu, Bolsonaro berkelakar dalam akun Twitternya bahwa vaksinasi hanya diperlukan untuk anjingnya.

Seperti dilansir AFP dan Associated Press pada Sabtu (19/12), Bolsonaro keukeuh menyatakan dirinya tidak akan disuntik vaksin Covid 19. Padahal negaranya sendiri mulai meluncurkan program vaksinasi Covid 19 secara massal.

"Dalam kontrak Pfizer sangat jelas dinyatakan: 'kami tidak bertanggung jawab atas efek samping apapun'. Jika Anda berubah menjadi buaya, itu masalah Anda," ucap Bolsonaro dalam pernyataannya.

Ucapan Bolsonaro yang tidak berdasar ini dilontarkan ketika peluncuran program vaksinasi Covid 19, Rabu (16/12). Dia menyebut bahwa vaksin akan digratiskan untuk seluruh rakyat Brazil, namun tidak diwajibkan.

Sedangkan Mahkamah Agung Brazil mengeluarkan putusan pada Kamis (17/12) yang menyatakan bahwa vaksinasi sifatnya wajib untuk semua warga, tapi tidak bisa dipaksakan. Itu artinya otoritas Brazil bisa menghukum warganya yang tidak mau divaksin dan melarang mereka mengunjungi tempat umum, namun tidak bisa memaksa mereka untuk divaksin.

Bolsonaro mengatakan bahwa pemerintah menjamin ketersedian vaksin untuk seluruh warga Brazil setelah badan regulator kesehatan Brazil, ANVISA, mengeluarkan izin.

“Vaksin akan ditawarkan kepada semua orang, tapi mereka yang tidak mau mendapatkannya tidak perlu menerimanya,” kata Bolsonaro.

"Saya tidak akan menerimanya. Beberapa orang menyebut saya memberi contoh buruk. Tapi kepada orang-orang dungu, kepada orang-orang bodoh yang mengatakan ini, saya memberi tahu mereka bahwa saya sudah terkena virus, saya memiliki antibodi, jadi mengapa harus divaksinasi?" tegasnya.

Bolsonaro memang sempat terinveksi Covid 19 pada Juni lalu. Dia menjalani isolasi selama dua minggu dan mengkonsumsi obat hydroxychloroquine. Kemudian, dia dinyatakan pulih.

Angka kasus Covid 19 di Brazil sendiri tergolong tinggi. Tercatat sejauh ini ada 7,1 juta kasus dengan hampir 185 ribu angka kematian. (RUTE/AA/reuters/detik)

    

Tags: -

0 Komentar :

Belum ada komentar.