Internasional>Afrika

300 Lebih Siswa Nigeria Diculik, Hingga Kini Belum Kembali

300 Lebih Siswa Nigeria Diculik, Hingga Kini Belum Kembali

RUANGTENGAH.co.id, Abuja - Lebih dari 300 anak sekolah masih hilang setelah orang-orang bersenjata menyerang asrama sekolah menengah di Kankara, sebuah kota di negara bagian Katsina di barat laut Nigeria, kata pihak berwenang.

Penyerang dengan sepeda motor menyerbu Sekolah Sains Pemerintah yang semua siswanya khusus laki-laki pada hari Jumat malam. Serangan ini menimbulkan baku tembak sengit dengan pasukan keamanan dan memaksa ratusan siswa untuk melarikan diri dan bersembunyi di hutan sekitar.

“Sejauh ini kami baru mengkonfirmasi sejumlah 333 nama,” kata Gubernur Katsina Aminu Masari pada hari Minggu setelah pertemuan dengan petugas keamanan. Ia menambahkan bahwa sekolah tersebut memiliki total 839 siswa.

Masari mengatakan siswa yang berhasil lolos dari serangan tersebut telah keluar dari persembunyiannya di hutan. Tidak jelas apakah para siswa pada awalnya bersembunyi atau melarikan diri dari penyerang.

“Upaya sedang dilakukan untuk memastikan jumlah sebenarnya anak-anak yang telah diculik,” kata Masari.

Sementara itu, orang tua dan anggota keluarga pada hari Minggu berkumpul di sekolah, mengajukan permohonan kepada pihak berwenang untuk membawa anak laki-laki yang hilang itu ke tempat aman.

“Jika bukan pemerintah yang akan membantu kami, kami tidak memiliki kekuatan untuk menyelamatkan anak-anak kami,” Murja Mohammed, yang putranya diculik, mengatakan kepada kantor berita Reuters.

Sementara itu, hashtag BringBackOurBoys menjadi trending di media sosial di Nigeria sejak hari Minggu ketika kemarahan publik ramai menanggapi serangan yang awalnya menyebabkan 600 anak laki-laki hilang.

Menteri Pertahanan Mayor Jenderal Bashir Salihi-Magash, yang bertemu dengan gubernur Masari mengatakan bahwa militer akan mengejar para penyerang dan menyelamatkan para pelajar dalam keadaan selamat.

"Kami akan pergi," kata Salihi Magash. “Kami memiliki intelijen, informasi tentang posisi mereka berada dan pergerakan mereka serta metode operasi mereka,” tambahnay.

Orang tua lainnya, Abubakar Lawal, datang dari Zaria, sebuah kota 120 km (75 mil) selatan Kankara, setelah mengetahui bahwa dua dari tiga putranya di sekolah itu termasuk di antara yang hilang.

[caption id="attachment_521" align="aligncenter" width="300"] Para orangtua siswa yang diculik berkumpul di halaman sekolah, berharap anak mereka segera bisa diselamatkan. (foto:aljazeera)[/caption]

“Sejak kemarin saya di sini, berdoa semoga Allah Swt. menyelamatkan anak-anak kami,” katanya pada Minggu, di luar halaman sekolah yang berdebu.

Salah satu putranya yang hilang, Buhari yang berusia 17 tahun, diberi nama sesuai nama Presiden Muhammadu Buhari, yang berasal dari negara bagian Katsina.

Anas, 16 tahun, juga hilang. Lawal mengatakan kepala sekolah berbicara kepada orang tua, menyuruh mereka untuk berdoa.

Bint'a Ismail, ibu dari seorang anak yang diculik, mengatakan warga Katsina “dalam kondisi yang mengerikan”.

“Saya memiliki seorang adik laki-laki dan seorang anak yang diambil oleh para penculik. Saya dari Danja, negara bagian Katsina, dan saya sudah di sini di sekolah sejak fajar namun tidak ada kabar terbaru," kata Ismail.

Klaim Boko Haram

Kelompok milisi Boko Haram mengklaim bertanggungjawab atas serangan dan penculikan ratusan siswa tersebut. Hal ini terungkap lewat pesan suara pimpinan kelompok ini pada Selasa (15/12).

"Saya Abubakar Shekau dan saudara-saudara kami, berada di balik penculikan di Katsina," kata pemimpin kelompok itu seperti dilansir Aljazeera, Selasa.

Pada 2018, Boko Haram menculik lebih dari 100 gadis di kota Dapchi di timur laut Nigeria. Dan enam tahun lalu, pada 2014, kelompok yang sama menculik lebih dari 270 gadis di kota Chibok.

Atas kejadian ini, semua sekolah negeri di Katsina diperintahkan untuk ditutup karena petugas tidak mengetahui motif penyerang, menurut komisaris pendidikan.

Sebelumya, Ovigwe Eguegu, analis geopolitik dan keamanan Afripolitika, mengatakan kepada Al Jazeera, sangat mungkin pelaku serangan Kankara adalah bandit dan bukan anggota Boko Haram.

“Negara bagian ini (seperti Katsina) di barat laut Nigeria diketahui memiliki serangan serius oleh bandit, kelompok tidak terkoordinasi yang tidak benar-benar memiliki niat jahat terhadap negara, atau mencoba untuk memaksakan kebijakan apa pun pada negara seperti dilakukan kelompok Boko Haram, ”kata Eguegu.

Kemarahan publik meningkat atas situasi keamanan yang semakin genting di Nigeria. Akhir bulan lalu, kelompok bersenjata membunuh banyak petani di timur laut negara bagian Borno, bahkan memenggal beberapa dari mereka.

Oby Ezekwesili, mantan menteri pendidikan Nigeria, mengatakan kepada Al Jazeera bahwa penculikan anak-anak sekolah ini adalah tragedi besar dan indikasi bahwa kami tidak belajar dari tragedi sebelumnya. (RUTE/AA/aljazeera)

Tags: -

0 Komentar :

Belum ada komentar.