Internasional

Ayah dan Anak Mesir Juarai Kompetisi Al-Qur’an Internasional di Irak

Ayah dan Anak Mesir Juarai Kompetisi Al-Qur’an Internasional di Irak
Sheikh Ezzat Rashed dan putranya, Al-Sayed, dalam sebuah program televisi di Mesir. (Gambar : Iqna)

RUANGTENGAH.co.id, Kairo - Sebuah kisah mengharukan datang dari ajang internasional Musabaqah Al-Qur’an Al-Ameed di Irak. Seorang ayah dan anak asal Mesir berhasil meraih prestasi gemilang, menempatkan nama mereka di jajaran pemenang dalam kompetisi bergengsi tersebut.

Adalah Sheikh Ezzat Rashed dan putranya, al-Sayed, yang tampil memukau dengan lantunan ayat-ayat suci Al-Qur’an. Bukan sekadar kompetisi, kehadiran keduanya menjadi simbol kuat tentang kesinambungan generasi dalam menjaga tradisi Al-Qur’an.

Penampilan mereka kemudian menjadi sorotan publik setelah diundang dalam sebuah program televisi di Mesir. Dalam kesempatan tersebut, keduanya kembali melantunkan ayat suci dengan penuh kekhusyukan, memperlihatkan keindahan suara sekaligus kedalaman spiritual yang menyentuh hati para penonton.

Prestasi Sang Anak, Warisan Sang Ayah

Al-Sayed, yang masih berusia 12 tahun, mencuri perhatian sebagai salah satu pemenang dalam kategori junior. Ia mengaku telah menghafal 20 juz Al-Qur’an—sebuah capaian yang menunjukkan kesungguhan luar biasa di usia muda.

Baginya, kemenangan ini bukan sekadar prestasi pribadi. Ia merasakan kebahagiaan yang mendalam, terlebih karena dapat membawa nama negaranya, Mesir, ke panggung dunia.

Ini merupakan gelar internasional pertamanya, yang ia terima dengan penuh rasa syukur. Prestasi tersebut sekaligus menegaskan bahwa generasi muda Muslim masih memiliki ikatan kuat dengan Al-Qur’an di tengah tantangan zaman.

Di sisi lain, sang ayah, Sheikh Ezzat Rashed, bukanlah nama baru dalam kompetisi ini. Ia sebelumnya telah meraih kemenangan dalam kategori dewasa pada tahun sebelumnya. Kini, keberhasilan sang anak seakan melengkapi perjalanan spiritual keluarga mereka.

Al-Qur’an sebagai Ikatan Keluarga dan Peradaban

Sheikh Ezzat Rashed menyampaikan bahwa kemenangan mereka bukan hanya kebanggaan keluarga, tetapi juga anugerah besar dari Allah. Ia melihat keberhasilan ini sebagai buah dari kedekatan yang terus dijaga dengan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.

Ajang Al-Ameed sendiri merupakan kompetisi tahunan yang diselenggarakan di Karbala, Irak. Kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Qur’an sekaligus memperkuat posisinya sebagai pedoman hidup umat manusia.

Lebih dari sekadar perlombaan, ajang ini menjadi ruang pertemuan spiritual lintas negara, di mana nilai-nilai Al-Qur’an dipertemukan dengan tradisi, budaya, dan semangat generasi baru.

Kisah ayah dan anak dari Mesir ini menjadi pengingat bahwa Al-Qur’an bukan hanya diwariskan melalui hafalan, tetapi juga melalui keteladanan, cinta, dan kedekatan yang hidup dalam keluarga. Dari satu generasi ke generasi berikutnya, cahaya itu terus menyala menerangi perjalanan umat. [RT/IQNA]

0 Komentar :

Belum ada komentar.