RUANGTENGAH.co.id, Madinah - Kementerian Haji melalui Kepala Biro Humas, Moh. Hasan Afandi, mengingatkan Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) untuk menjaga ketertiban selama mendampingi jamaah di Tanah Suci. Ia menegaskan pentingnya koordinasi aktif dengan petugas resmi sebagai langkah utama dalam menjaga keselamatan jamaah.
“Seluruh KBIHU wajib berkoordinasi dengan petugas, mematuhi ketentuan yang berlaku, serta mengutamakan keselamatan jamaah dalam setiap aktivitas," ujarnya dalam keterangan kepada Media Center Haji (MCH), Rabu (29/4/2026), seperti dilansir Republika.
Ia juga menekankan bahwa seluruh aktivitas harus berada dalam koridor ibadah, tanpa adanya praktik tambahan yang merugikan jamaah.
“Kami tegaskan, tidak boleh ada penawaran di luar kepentingan ibadah, tidak boleh ada pungutan tambahan, dan seluruh aktivitas harus terkoordinasi dengan petugas resmi. Jika dilanggar, kami tidak akan ragu memberikan sanksi tegas hingga pencabutan izin," tegasnya.
Kecelakaan Bus Libatkan Jamaah Indonesia di Madinah
Peringatan tersebut disampaikan menyusul kecelakaan bus yang menimpa jamaah haji Indonesia di Madinah pada Selasa (28/4/2026) pagi waktu Arab Saudi.
Insiden ini melibatkan jamaah dari kelompok terbang SUB-02 dan JKS-01. Sebanyak tujuh jamaah dari JKS-01, dua jamaah dari SUB-02, serta satu pengurus KBIHU dilaporkan mengalami luka ringan akibat kejadian tersebut.
Penanganan Jamaah dan Komitmen Layanan Haji
Kementerian Haji memastikan seluruh jamaah yang terdampak telah mendapatkan penanganan medis serta pendampingan dari petugas. Saat ini, satu jamaah atas nama Sri Sugi Hartini (60) masih menjalani perawatan di RS Al Hayyat Madinah.
Pemerintah juga memastikan bahwa kondisi jamaah terus dipantau secara intensif, dengan seluruh kebutuhan medis dan logistik yang terpenuhi. Pendampingan dilakukan secara berkelanjutan guna menjamin kenyamanan dan keamanan selama masa pemulihan.
Selain itu, pemerintah telah menyediakan layanan ziarah ke sejumlah lokasi ibadah di Madinah, seperti Masjid Quba, Masjid Qiblatain, dan Jabal Uhud, yang seluruhnya dilaksanakan secara terkoordinasi di bawah pengawasan petugas.
Kemenhaj menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan layanan haji yang aman, tertib, serta berorientasi pada perlindungan dan kenyamanan seluruh jamaah Indonesia. [RUTE/REPUBLIKA]
0 Komentar :
Belum ada komentar.