RUANGTENGAH.co.id, Manama – Sesi III Konferensi Dialog Intra-Islam yang berlangsung pada Kamis (20/2/2025) menyoroti peran penting perempuan dalam memperkuat dialog Islam, membangun pemahaman lintas mazhab, serta mengatasi eksploitasi perbedaan yang berpotensi memecah belah umat.
Sesi ini dipimpin oleh Profesor Dr. Rashid bin Ali Al-Harithi, Dekan Fakultas Ilmu Syariah di Oman.
Dengan mengusung tema Satu Bangsa, Satu Masa Depan, para peserta menegaskan bahwa perempuan memainkan peran fundamental dalam membangun budaya dialog dan menjadi mitra strategis dalam membentuk masyarakat yang inklusif, toleran, dan moderat.
Dr. Mahmoud Fawzi Al-Khuzaee, Presiden Universitas dan Institut Keadilan dan Kebijaksanaan di Amerika Serikat, menekankan pentingnya menanamkan budaya dialog dan toleransi guna memperkuat peran perempuan dalam masyarakat.
Ia menegaskan bahwa pemberdayaan perempuan sejatinya merupakan pemberdayaan masyarakat secara keseluruhan. Ia juga mengangkat sosok Khadijah binti Khuwaylid sebagai contoh perempuan dengan kebijaksanaan dan keimanan luar biasa yang berperan besar dalam mendukung dakwah Islam.
Sementara itu, Profesor Dr. Aisha Yousuf Omar Al-Mannai, Direktur Pusat Muhammad Bin Hamad Al Thani untuk Kontribusi Muslim bagi Peradaban di Universitas Hamad Bin Khalifa, Qatar, menyatakan bahwa dialog Islam hanya dapat terwujud melalui partisipasi aktif baik laki-laki maupun perempuan. Ia menyoroti peran perempuan dalam menanamkan budaya dialog sejak dini, khususnya melalui pendidikan kasih sayang dan penghormatan terhadap perbedaan.
Mengutip Deklarasi Al-Azhar, Al-Mannai menegaskan bahwa masyarakat tidak dapat berkembang dengan hanya mengandalkan satu pihak. Ia mencontohkan ketahanan perempuan Palestina dalam menghadapi konflik sebagai bukti nyata keteguhan dan peran strategis perempuan dalam mempertahankan nilai-nilai Islam.
Dr. Sheikha Mariam binti Hassan Al Khalifa, Wakil Presiden Dewan Tertinggi untuk Perempuan di Bahrain, menggarisbawahi pentingnya keterlibatan perempuan dalam dialog intra-Islam sejak usia dini.
Menurutnya, menanamkan nilai-nilai toleransi dan keterbukaan serta meningkatkan keterampilan berdialog akan menciptakan masyarakat yang lebih kohesif dan menghormati keberagaman.
Dari perspektif Muslim di Barat, Profesor Dr. Safinaz Suliman dari University of Wisconsin–Madison menyoroti tantangan yang dihadapi Muslim di Eropa dan Amerika Serikat serta pentingnya dukungan dari lembaga-lembaga Islam di Timur. Ia mengusulkan adanya program pertukaran budaya, dialog akademis, serta pelatihan imam dan penceramah guna memperkuat hubungan antara Muslim di Barat dan dunia Islam secara lebih luas.
Sementara itu, Profesor Dr. Nahla Al-Saeidi, Penasihat Imam Besar Al-Azhar untuk Urusan Mahasiswa Internasional, menekankan bahwa Islam telah lama mengakui perempuan sebagai pilar utama dalam membangun masyarakat. Ia menampilkan sosok Umm al-Mu’minin Aisyah sebagai figur perempuan yang memiliki kontribusi besar dalam dialog keagamaan, serta menyerukan keterlibatan lebih luas perempuan dalam menjembatani perbedaan mazhab dengan memanfaatkan keahlian komunikasi yang mereka miliki.
Para peserta konferensi sepakat bahwa dialog merupakan elemen kunci dalam membangun perdamaian sosial dan memperkuat budaya hidup berdampingan di antara berbagai mazhab dalam Islam. Mereka menegaskan perlunya menanamkan nilai-nilai ini dan mendorong partisipasi perempuan dalam upaya menciptakan generasi yang berkomitmen terhadap toleransi dan pemahaman.
Konferensi Dialog Intra-Islam yang diselenggarakan di Bahrain ini mendapat dukungan penuh dari Raja Hamad bin Isa Al Khalifa. Dihadiri oleh Grand Syekh Al-Azhar yang juga Ketua Majelis Hukama Muslimin (MHM), Imam Akbar Prof. Dr. Ahmed Al-Thayeb, serta lebih dari 400 ulama, pemimpin, dan intelektual Islam dari berbagai negara. Acara ini diinisiasi oleh Al-Azhar, Dewan Tertinggi Urusan Islam Bahrain, dan MHM.
Salah satu hasil utama konferensi ini adalah peluncuran dokumen Seruan untuk Persaudaraan Islam: Satu Umat, yang menegaskan pentingnya kesatuan dan solidaritas di antara umat Islam di seluruh dunia. [RUTE/MHM]
0 Komentar :
Belum ada komentar.