Internasional

Negara Arab Berkumpul di Kairo, Bahas Rencana Pembangunan Kembali Gaza

Negara Arab Berkumpul di Kairo, Bahas Rencana Pembangunan Kembali Gaza
Para pemimpin negara Arab berkumpul di Kairo, Mesir pada Selasa (4/3/2025) guna membahas rencana pembangunan kembali Gaza. (Gambar : TPQ)

RUANGTENGAH.co.id, Kairo – Para pemimpin negara Arab berkumpul di Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Arab yang digelar di Kairo, Mesir pada Selasa (4/3/2025). KTT ini secara resmi mengadopsi proposal Mesir untuk masa depan Gaza.

 

Proposal tersebut mencakup pemulihan, restorasi infrastruktur, dan solusi dua negara untuk konflik Israel-Palestina. Namun, tantangan pendanaan masih menjadi masalah yang perlu diatasi.

 

KTT yang diinisiasi oleh Mesir ini bertujuan merespons Presiden AS Donald Trump yang mengusulkan pengambilalihan kendali Gaza dan pemukiman warga Palestina. 

 

Selain itu, KTT juga menanggapi sikap Perdana Menteri Israel yang ingin mengakhiri gencatan senjata dan melanjutkan serangan militer di Gaza.

 

KTT fokus pada penciptaan respons bersama negara-negara Arab untuk melindungi hak-hak rakyat Palestina dan menjadikan Gaza kembali layak huni. 

 

Dilansir Arabnews, Mesir belum merilis detail lengkap rencananya, tetapi beberapa poin penting telah terungkap menjelang KTT. Rencana tersebut terdiri dari tiga fase yang akan dilaksanakan selama lima tahun dengan total biaya diperkirakan mencapai $53 miliar.

 

Fase Pertama: Pemulihan Awal (2 Tahun, $20 Miliar)  

Fase ini mencakup pembangunan 200.000 unit rumah, penghapusan puing-puing reruntuhan, dan penyediaan rumah sementara bagi warga Gaza. Proses pemulihan awal diperkirakan memakan waktu enam bulan.

 

Fase Kedua: Pembangunan Infrastruktur (2,5 Tahun)  

Pada fase ini, akan dibangun 200.000 unit rumah tambahan dan sebuah bandara di Gaza. Fase ini menjadi langkah penting untuk memulihkan kehidupan warga Gaza.

 

Fase Ketiga: Penyelesaian dan Stabilisasi (5 Tahun)  

Seluruh proses rekonstruksi diperkirakan selesai dalam lima tahun. Rencana ini juga mencakup pembentukan Misi Bantuan Pemerintahan sementara yang akan menggantikan pemerintahan Hamas di Gaza. Misi ini bertanggung jawab atas bantuan kemanusiaan dan memulai rekonstruksi wilayah yang hancur akibat perang.

 

Mesir dan Yordania akan melatih personel kepolisian Palestina untuk ditempatkan di Gaza. Rencana ini juga menuntut Israel menghentikan aktivitas permukiman, aneksasi tanah, dan pembongkaran rumah warga Palestina. 

 

Selain itu, masalah senjata faksional akan diselesaikan melalui kerangka kerja yang jelas dan proses politik yang kredibel.

 

Tantangan Pendanaan  

 

Para ahli mengkhawatirkan pendanaan rencana ini, terutama karena PBB memperkirakan biaya rekonstruksi Gaza mencapai lebih dari $50 miliar. 

 

Namun, draf komunike KTT menyatakan bahwa peserta akan menyerukan diadakannya konferensi internasional untuk rekonstruksi Gaza, yang rencananya digelar di Kairo akhir bulan ini.

 

KTT juga bertujuan menanggapi pernyataan Presiden Trump bulan lalu, yang mengusulkan pengambilalihan kendali Gaza dan pemukiman kembali warga Palestina di Mesir dan Yordania. 

 

Rencana Mesir diharapkan dapat menjadi solusi jangka panjang untuk memulihkan Gaza dan menciptakan perdamaian di wilayah tersebut.

 

Optimisme

 

Luciano Zaccara, seorang profesor di Universitas Qatar, menilai ada harapan untuk pembangunan kembali Gaza pasca pertemuan para pemimpin Arab di Kairo. 

 

"Kami sangat menantikan peran negara Arab untuk mengakhiri krisis kemanusiaan akibat pendudukan di Jalur Gaza, serta menggagalkan ambisi Israel untuk menggusur warga Palestina," ungkapnya kepada Aljazeera.

 

"Kami tahu bahwa Amerika Serikat dan Israel tidak ingin Hamas maupun Otoritas Palestina terlibat dalam tata kelola Gaza di masa mendatang," kata Luciano.

 

 

“Tapi kami tidak tahu persis apa yang sedang dipertimbangkan negara-negara Arab. Kemungkinan besar ada konsensus bahwa mereka tidak ingin Hamas terlibat, tetapi tentu saja, mereka tidak ingin Hamas menghilang sepenuhnya seperti yang diinginkan Israel," imbuhnya. [RUTE]

0 Komentar :

Belum ada komentar.