RUANGTENGAH.co.id, Jenewa – Penyelidikan independen Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengungkap dampak serius perang Israel-Hamas terhadap anak-anak Palestina. Dalam laporan yang dirilis Selasa, disebutkan bahwa sekitar 30 persen korban tewas di Gaza dan Tepi Barat adalah anak-anak, seperti dilansir Reuters dan Al-Arabiya.
Dalam periode 7 Oktober 2023 hingga 7 Oktober 2025, sedikitnya 20.179 anak dilaporkan meninggal dunia. Angka ini lebih tinggi dibanding konflik sebelumnya, di mana korban anak berada di kisaran 24 persen.
Komisi Penyelidikan Internasional Independen PBB untuk Wilayah Palestina yang Diduduki menyebut peningkatan ini sebagai indikasi situasi yang semakin memburuk bagi kelompok paling rentan.
Dugaan Serangan Disengaja dan Dampak Kemanusiaan
Ketua komisi, Srinivasan Muralidhar, menyatakan bahwa bukti yang dikumpulkan menunjukkan anak-anak Palestina tidak hanya menjadi korban, tetapi juga diduga sengaja dijadikan sasaran serangan.
Penggunaan senjata berdaya ledak besar di wilayah padat penduduk dinilai memperbesar risiko korban sipil, termasuk anak-anak. Bahkan, laporan tersebut mencatat serangan tetap terjadi meskipun sempat diberlakukan gencatan senjata pada Oktober 2025.
Selain korban jiwa, kondisi kemanusiaan di Gaza juga memburuk. Blokade bantuan, kekurangan makanan dan obat-obatan, serta pengungsian berulang menyebabkan banyak anak mengalami malnutrisi, trauma, dan gangguan kesehatan.
Fasilitas kesehatan, termasuk layanan ibu dan anak, juga terdampak. Laporan mencatat meningkatnya angka keguguran dan ancaman terhadap keselamatan bayi baru lahir.
Tudingan Israel
Israel menolak temuan dalam laporan tersebut. Misi Israel di Jenewa menyebut laporan itu sebagai tuduhan yang tidak berdasar dan menegaskan bahwa pihaknya berupaya mengurangi korban sipil, termasuk anak-anak.
Israel juga menilai laporan tersebut tidak mempertimbangkan peran Hamas, yang dituduh menggunakan taktik kekerasan serta menyalahgunakan bantuan kemanusiaan. Tuduhan ini dibantah oleh Hamas.
Muralidhar mempertegas bahwa dengan menjadikan anak-anak sebagai target serangan, Israel telah merusak kemampuan rakyat Palestina untuk eksis dan menentukan masa depannya. Termasuk serangan terhadap fasilitas kesehatan, pengungsian dan pengkondisian untuk timbulnya kelaparan telah merusak kesehatan dan perkembangan bayi dan anak-anak serta menimbulkan kematian dan trauma.
Mulaidhar menambahkan bahwa semua anak di Gaza dilaporkan sangat membutuhkan dukungan psikologis untuk memulihkan kesehatan mereka. [RT/REUTERS]
0 Komentar :
Belum ada komentar.