Internasional>Eropa

Pendemo di London Tuntut Pemerintah Bereaksi Sama pada Rusia dan Israel

Pendemo di London Tuntut Pemerintah Bereaksi Sama pada Rusia dan Israel

RUANGTENGAH.co.id, London - Ratusan orang turun ke jalanan kota London pada Jumat (22/4) untuk memprotes tindakan Israel di Yerusalem Timur, termasuk serangan terbaru di komplek masjid Al Aqsa.

Demonstrasi ini diinisiasi oleh Kampanye Solidaritas Palestina bersama Forum Palestina di Inggris, Asosiasi Muslim Inggris, Kampanye untuk Perlucutan Senjata Nuklir, dan Koalisi Hentikan Perang.

Para pendemo mendesak pemerintah Inggris untuk bersikap terhadap Israel dengan kekuatan yang sama seperti sikap pemerintah terhadap Rusia setelah invasi ke Ukraina.

Polisi Israel berulang kali menyerang warga Palestina di Al Aqsa, situs tersuci ketiga dalam Islam. Aksi tidak terpuji itu menyebabkan lebih dari 200 warga Palestina terluka.

Jemaah diserang menggunakan gas air mata dan dipukul dengan pentungan di dalam kompleks Al Aqsa selama bulan suci Ramadhan ini.

Duta Besar Palestina untuk Inggris, Husam Zomlot, mengatakan bahwa demonstrasi itu menunjukkan solidaritas yang kuat.

Perbandingan Terhadap Rusia

“Aksi ini adalah pemandangan yang paling memberdayakan bagi jutaan orang Palestina yang saat ini memperhatikan Anda," kata Zomlot.

[embed]https://twitter.com/NickGMcAlpin/status/1517531030269399041?ref_src=twsrc%5Etfw%7Ctwcamp%5Etweetembed%7Ctwterm%5E1517531030269399041%7Ctwgr%5E%7Ctwcon%5Es1_c10&ref_url=https%3A%2F%2Fenglish.alaraby.co.uk%2Fnews%2Fal-aqsa-uk-protesters-urge-government-punish-israel[/embed]

"Mereka tahu mereka tidak sendirian. Mereka tidak sendirian di Al Aqsa. Mereka tidak sendirian di Yerusalem, di Jenin, di Nablus, di Al Khalil [Hebron], di Gaza,” lanjutnya.

Massa aksi menyerukan keadilan dan dihentikannya dukungan Inggris terhadap Israel baik dalam bentuk bantuan militer maupun bentuk lainnya.

Para orator dalam aksi protes itu berulang kali menyoroti perbedaan sikap pemerintah Inggris dan masyarakat internasional terhadap Rusia atas invasinya ke Ukraina dengan sikap terhadap Israel yang sudah sekian lama melakukan pelanggaran terhadap Palestina.

"Tahun demi tahun, pemerintah Israel melakukan tindakan keji terhadap Palestina, dan tahun demi tahun, pemerintah Inggris diam," ungkap ketua Asosiasi Muslim Inggris Raghad Altikriti di hadapan para peserta aksi.

Inggris dengan cepat memberlakukan sanksi ketat terhadap entitas yang memiliki hubungan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin setelah invasi ke Ukraina. Tapi, Inggris telah menolak untuk memutuskan hubungan dengan Israel atas pelanggaran negara Zionis itu terhadap hak-hak Palestina.

"Sekarang pemerintah kami ingin bicara boikot. Sekarang pemerintah kami ingin bicara divestasi. Sekarang pemerintah kami ingin bicara sanksi," kata Altikriti.

"Kita bisa memboikot Rusia dengan menekan tombol, tapi kita tidak akan memboikot Israel. Sungguh kemunafikan,” tegasnya.

Zomlot dan para pendemo meneriakkan yel yel, "Standar ganda, standar ganda.”

"Hentikan apartheid. Berhenti mendukung Israel. Berhenti mendanai mereka," kata Amro Salim, 20 tahun, seorang mahasiswa Arab yang telah melakukan perjalanan dari Birmingham untuk bergabung dalam aksi ini.

[embed]https://twitter.com/NickGMcAlpin/status/1517547045279744000?ref_src=twsrc%5Etfw%7Ctwcamp%5Etweetembed%7Ctwterm%5E1517547045279744000%7Ctwgr%5E%7Ctwcon%5Es1_c10&ref_url=https%3A%2F%2Fenglish.alaraby.co.uk%2Fnews%2Fal-aqsa-uk-protesters-urge-government-punish-israel[/embed]

"Jika Anda bisa memboikot Rusia, maka Anda bisa memboikot Israel. Inggris seharusnya tidak pernah mendukung penindas melawan orang-orang yang tertindas,” kata Salim dalam orasinya.

Usai orasi, massa kemudian melakukan konvoi melintasi pusat kota dimulai sekitar pukul 17:40 waktu setempat.

Pengemudi membunyikan klakson sebagai persetujuan saat pengunjuk rasa mengarak bendera Palestina besar-besaran melalui jalanan London.

Nyanyian yel-yel, "Bebaskan, Palestina merdeka" dan "Satu, dua, tiga, empat, tidak ada lagi pendudukan" terdengar sahut-menyahut sampai aksi demonstrasi berakhir di monumen Marble Arch sekitar pukul 7 malam.

Juru bicara Kantor Luar Negeri, Persemakmuran dan Pembangunan Inggris mengatakan kepada The New Arab, "Inggris prihatin dengan situasi keamanan di Yerusalem. Kami meminta semua pihak untuk mengambil langkah mendesak untuk meredakan ketegangan,” ungkapnya. (RUTE/thenewarab)

Tags: -

0 Komentar :

Belum ada komentar.