Nasional

Abu Bakar Baasyir Akui Pancasila Sebagai Dasar Negara

Abu Bakar Baasyir Akui Pancasila Sebagai Dasar Negara

RUANGTENGAH.co.id, Jakarta - Ustadz Abu Bakar Baasyir mengakui Pancasila sebagai dasar negara yang berdasarkan tauhid. Menurutnya, dasar dari Pancasila adalah sebagaimana sila pertama Ketuhanan Yang Maha Esa.

Hal ini terungkap dalam sebuah video yang beredar di media sosial yang menampilkan Abu Bakar Baasyir sedang memberikan ceramah.

"Indonesia berdasar Pancasila kenapa disetujui ulama? Karena dasarnya tauhid, Ketuhanan Yang Maha Esa," kata Ba'asyir dalam video itu.

Abu Bakar Baasyir dalam video itu mengakui bahwa pemahaman ini merupakan hal yang baru baginya. Karena, sebelumnya ia menganggap bahwa percaya pada Pancasila sebagai perbuatan syirik.

"Ini juga pengertian saya terakhir, dulu-dulunya saya bilang Pancasila itu syirik, tapi setelah saya pelajari berikutnya, ndak mungkin ulama menyetujui dasar negara syirik itu ndak mungkin," ungkapnya.

Abu Bakar Baasyir mengatakan bahwa para ulama di masa lalu tentu memiliki niat yang ikhlas ketika memikirkan dasar negara Pancasila.

Mengakui Sejak Lama

Video yang beredar itu diakui kebenarannya oleh putra Abu Bakar Baasyir, Abdul Rochim Ba'asyir yang akrab disapa Iim.

Iim menyebut bahwa video itu diambil sekitar empat bulan yang lalu. Dan, ia menjelaskan bahwa ayahnya telah menerima dan mengakui Pancasila sejak lama. Ia menyangkal jika ayahnya berpandangan Pancasila sebagai hal yang bertentangan dengan Islam.

"Soal bahwa Pancasila ditarik dengan anti-Islam, beliau menolak sejak dulu. Masalahnya ada pihak tertentu yang menarik Pancasila dengan pemahaman yang dibenturkan dengan Islam," kata Iim.

Menurutnya, Pancasila yang dipercaya Abu Bakar Ba'asyir selama ini justru sesuai dengan para pendiri bangsa. Baasyir pun menolak Pancasila dibenturkan dengan Islam.

Iim menyebut Ponpes Al-Mukmin milik keluarganya pun mengajarkan Pendidikan Kewarganegaraan kepada para santri.

"Ngruki juga mengajarkan hal yang sama. Kita pahamkan dasar negara, ada PKn (Pendidikan Kewarganegaraan). Kita sesuai pemahaman asli dengan referensi sejarah," katanya. (RUTE/CNN)

[embed]https://youtu.be/k3fd-klO_c0[/embed]
Tags: -

0 Komentar :

Belum ada komentar.