Nasional

Tabligh Akbar WAZIN dan LDK KAHFI YARSI Jadi Ajang Reuni "Ketika Cinta Bertasbih"

Tabligh Akbar WAZIN dan LDK KAHFI YARSI Jadi Ajang Reuni "Ketika Cinta Bertasbih"

RUANGTENGAH.co.id, Jakarta –  Tabligh Akbar bertajuk "Lost but Not Alone: Ketika Bingung Allah Selalu Ada" yang diselenggarakan Wihdah Azhariyah Indonesia (WAZIN) bersama Lembaga Dakwah Kampus (LDK) KAHFI Universitas YARSI di Auditorium Ar-Rahman Universitas YARSI menghadirkan suasana berbeda.

Selain menjadi majelis ilmu lintas generasi, kegiatan ini juga menjadi ajang reuni para alumni Al-Azhar Mesir yang pernah membintangi film Ketika Cinta Bertasbih. Kehadiran Habiburrahman El Shirazy sebagai penulis novel, bersama Oki Setiana Dewi dan Cholidi Asadil Alam, membangkitkan nostalgia peserta terhadap film yang menginspirasi banyak generasi muda mengenal Al-Azhar dan nilai-nilai Islam.

Namun, lebih dari sekadar nostalgia, para narasumber menekankan pentingnya menjadikan karya tersebut sebagai sarana dakwah yang terus memberi manfaat.

Film sebagai Media Dakwah

Dalam tausiyahnya, Habiburrahman El Shirazy menegaskan bahwa para pemeran utama film tersebut yang merupakan alumni Al-Azhar telah berkomitmen untuk tetap berada di jalan dakwah.

Menurutnya, dunia perfilman dapat menjadi media dakwah yang kuat apabila dijalankan oleh individu yang memiliki komitmen terhadap nilai-nilai Islam. Komitmen tersebut menjadi pengingat agar popularitas tidak menggeser tujuan utama dalam menyampaikan syiar.

Baca juga : Lintas Generasi Padati Tabligh Akbar WAZIN dan LDK KAHFI Universitas YARSI

Hal senada disampaikan Cholidi Asadil Alam. Ia mengungkapkan bahwa dirinya sangat selektif dalam memilih peran setelah membintangi film tersebut, demi menjaga kesesuaian dengan nilai-nilai yang diyakini.

Menurutnya, dunia hiburan tetap dapat menjadi sarana menyebarkan kebaikan selama dijalani dengan prinsip yang kuat dan tidak mengorbankan integritas.

Pesan Spiritualitas dan Antusiasme Peserta

Selain membahas dakwah melalui film, para narasumber juga menekankan pentingnya kedekatan dengan Allah SWT sebagai sumber kekuatan hidup. Peserta diajak memahami bahwa setiap ujian merupakan bagian dari proses pendewasaan spiritual, serta bahwa rasa bingung dan kehilangan arah adalah hal yang wajar.

Oki Setiana Dewi menekankan pentingnya memperkuat hubungan dengan Allah melalui doa, ibadah, membaca Al-Qur’an, serta membangun lingkungan yang positif.

Antusiasme peserta terlihat dalam sesi dialog interaktif yang diikuti pelajar, mahasiswa, tenaga pendidik, hingga masyarakat umum. Berbagai pertanyaan mencerminkan tingginya minat terhadap tema yang menggabungkan nilai keislaman dan pengalaman nyata di dunia kreatif.

Ketua Umum WAZIN, Elly Warti Maliki, menyampaikan harapannya agar kolaborasi ini terus menghadirkan program dakwah yang relevan dengan perkembangan zaman.

Tabligh Akbar ini menunjukkan bahwa karya kreatif seperti film dapat menjadi sarana dakwah yang efektif. Reuni para alumni bukan hanya menghadirkan kenangan, tetapi juga memperlihatkan konsistensi mereka dalam menjaga nilai dan komitmen di tengah dunia hiburan. [RUTE/AKK]

 

 

0 Komentar :

Belum ada komentar.