Internasional

Venezuela Berpacu dengan Waktu Cari Korban Selamat, Gempa Tewaskan Ratusan Orang

Venezuela Berpacu dengan Waktu Cari Korban Selamat, Gempa Tewaskan Ratusan Orang
Seorang pria di tengah reruntuhan bangunan setelah gempa bumi melanda, di La Guaira, Venezuela, 25 Juni 2026. (Gambar : Reuters)

RUANGTENGAH.co.id, Caracas - Venezuela dilanda dua gempa bumi besar yang menewaskan sedikitnya 235 orang dan melukai lebih dari 1.500 lainnya.

Gempa berkekuatan 7,2 dan 7,5 magnitudo itu terjadi dalam selang waktu kurang dari satu menit pada Rabu malam, menyebabkan kehancuran luas di wilayah utara negara tersebut.

Bangunan-bangunan retak, runtuh, hingga miring berbahaya akibat guncangan hebat. Gempa susulan yang masih terasa hingga Kamis memperparah kondisi, sementara jumlah korban terus bertambah dari laporan awal 188 orang menjadi sedikitnya 235 korban jiwa, menurut Menteri Kesehatan Carlos Alvarado.

Banyak warga menggambarkan kejadian tersebut sebagai pengalaman mengerikan, ketika bumi berguncang dan suara gemuruh terdengar di berbagai wilayah terdampak.

Penyelamatan Terkendala, Harapan Kian Menipis

Upaya pencarian dan penyelamatan berlangsung dalam kondisi sulit. Keterbatasan alat dan personel membuat proses evakuasi berjalan lambat, sementara korban masih terjebak di bawah reruntuhan.

Di negara bagian La Guaira, salah satu wilayah terparah, warga hanya bisa mendengar teriakan minta tolong dari korban yang tertimbun. Seorang gadis kecil dilaporkan meninggal setelah berjam-jam terjebak tanpa bantuan memadai.

“Kami tidak punya alat apa pun. Kami tidak punya cara untuk membantu,” ujar seorang warga, menggambarkan keputusasaan di lokasi.

Di rumah sakit, tenaga medis kewalahan menangani korban. Sejumlah anak ditemukan sendirian setelah berhasil dievakuasi dari reruntuhan, sebagian tanpa identitas yang jelas.

Kondisi semakin genting dengan minimnya tenaga penyelamat terlatih dan keterbatasan dukungan teknis di lapangan.

Bantuan Internasional Mengalir, Infrastruktur Terganggu

Pemerintah menetapkan wilayah terdampak sebagai zona bencana. Presiden sementara Delcy Rodriguez meninjau langsung lokasi terdampak di La Guaira.

Bantuan internasional mulai berdatangan. Sejumlah negara seperti Swiss, Spanyol, Prancis, Portugal, dan Meksiko mengirim tim penyelamat. Amerika Serikat juga mengerahkan bantuan besar, termasuk kapal perang, pesawat angkut, helikopter, serta dana bantuan sebesar 150 juta dolar AS.

Dukungan juga datang dari berbagai negara lain, termasuk China, India, Brasil, dan Iran. Sementara itu, Perserikatan Bangsa-Bangsa menyatakan siap membantu dan menyebut bencana ini membutuhkan upaya kolektif besar-besaran.

Namun, upaya distribusi bantuan terancam terhambat setelah bandara internasional di La Guaira mengalami kerusakan serius dan harus ditutup.

Gempa ini menjadi yang terkuat dalam lebih dari satu abad di Venezuela dan turut dirasakan hingga Kolombia dan Brasil. Di ibu kota Caracas, warga menghabiskan malam di jalanan atau di dalam kendaraan karena takut gempa susulan.

Di tengah duka dan kehancuran, harapan masih tersisa. Warga dan keluarga korban terus menanti keajaiban dari balik reruntuhan. [RT/ALARABIYA]

.

0 Komentar :

Belum ada komentar.