Nasional

30 Ribu Orang Ikuti Aksi Selamatkan Palestina, Ardiansyah : DNA Wargi Jabar adalah DNA Pejuang

30 Ribu Orang Ikuti Aksi Selamatkan Palestina, Ardiansyah : DNA Wargi Jabar adalah DNA Pejuang

RUANGTENGAH.co.id, Bandung - Berdasarkan laporan panitia, diperkirakan 30 ribu peserta dari berbagai daerah di Jawa Barat berkumpul di Bandung pada Sabtu, 8 Juni 2024, mengikuti aksi bela Palestina yang diinisiasi oleh Koalisi Jawa Barat Selamatkan Palestina (KJSP). 

 

Massa yang terdiri dari berbagai elemen masyarakat, termasuk pelajar, mahasiswa, aktivis, budayawan, seniman dan warga umum, memadati area Pusdai Jawa Barat sejak pagi hari. Kemudian, massa bergerak long march melintasi Jalan Citarum mengikuti alur mobil komando aksi hingga tiba di depan Bandung Indah Plaza (BIP) sebagai titik pertama orasi yang menyerukan gerakan boikot produk-produk yang terafiliasi Israel.

 

Long march dilanjutkan menuju halaman kantor DPRD Jawa Barat dengan tertib dan damai, diiringi berbagai spanduk, poster, dan atribut yang menyuarakan dukungan untuk rakyat Palestina. Orasi dimulai dengan pembacaan ayat suci Al Quran oleh Ustad Rifai Ahmad Fauzi selaku Kabid Dakwah dan Sosial Pemuda PUI KBB, disusul dengan menyanyikan lagu Indonesia oleh seluruh peserta aksi.

 

Koordinator KJSP Ardiansyah Ashri Husein mengatakan kepada ruangtengah.co.id bahwa aksi ini digelar sebagai bentuk kepedulian dan kemanusiaan kita atas apa yang dialami oleh warga Palestina, khususnya yang berada di Gaza. 

 

IMG_20240609_062909.jpg

 

“Palestina sudah terjajah 70 tahun lebih sejak Nakbah Palestina 1948. Gaza sudah diblokade kurang lebih 18 tahun. Kondisi ini semakin parah akibat perang yang berlangsung sejak 7 Oktober lalu. Sudah sedemikian lama rakyat Gaza teraniaya akibat pembantaian massal oleh Zionis Israel. Maka, kita sebagai bagian dari umat manusia, terutama sebagai kaum muslimin, dan dari negara dengan jumlah muslim terbesar di dunia, kita patut menyuarakan kepedulian dan rasa kemanusiaan kita yang tersayat,” ujar Ardiansyah. 

 

“Serangan Israel di Jalur Gaza lebih layak disebut sebagai genosida karena di antara 36 ribu korban jiwa, sebagian besarnya adalah warga sipil yang terdiri dari anak-anak, perempuan, orang tua, bahkan bayi. Militer Israel ini frustasi karena tidak mampu mengalahkan pejuang Palestina sehingga mereka menyasar warga sipil secara sporadis,” sambungnya. 

 

Ardiansyah menerangkan bahwa konstitusi negara Indonesia juga secara tegas menolak penjajahan di muka bumi. Kemerdekaan adalah hak segala bangsa. Bung Karno mengatakan bahwa selama kemerdekaan belum diberikan kepada rakyat Palestina, maka selama itulah Indonesia menantang penjajah Israel. 

 

“Kota Bandung sejak dulu selalu menjadi motor penggerak perlawanan atas ketidakadilan. Bung Karno menginisiasi KAA di Bandung. Maka, DNA wargi Jawa Barat ini adalah DNA pejuang. Kita tidak sudi dijajah dan kita tidak sudi melihat penjajahan,” lanjut Ardiansyah.