RUANGTENGAH.co.id, Kairo - Imam Besar Al-Azhar, Syekh Ahmad Al-Thayeb, menyerukan kepada komunitas internasional untuk segera bertindak menyelamatkan rakyat Palestina di Jalur Gaza, Palestina yang terjebak dalam kondisi kemanusiaan semakin buruk akibat blokade dan cuaca musim dingin ekstrem.
Dalam pernyataannya, Al-Thayeb menegaskan bahwa penderitaan yang dialami warga Gaza saat ini merupakan ujian serius bagi nurani kemanusiaan warga dunia.
“Apa yang dialami Gaza di tengah kondisi iklim yang keras ini adalah ujian besar bagi hati nurani kemanusiaan,” ujar Al-Thayeb.
Ia menggambarkan bagaimana warga sipil yang belum sepenuhnya selamat dari agresi kini harus menghadapi hujan deras tanpa henti, badai besar, serta suhu dingin yang menusuk, tanpa perlindungan yang memadai.
Menurutnya, anak-anak menjadi kelompok yang paling rentan karena tidak memiliki perlindungan dasar dari cuaca ekstrem.
“Anak-anak bahkan tidak memiliki perlindungan paling sederhana dari kerasnya musim dingin,” tambahnya.
Al-Thayeb menegaskan bahwa situasi tersebut menempatkan dunia pada persimpangan moral. “Dunia kini dihadapkan pada pilihan yang jelas: solidaritas nyata yang menyelamatkan nyawa, atau pembiaran yang justru memperdalam penderitaan dan luka rakyat Gaza,” imbuhnya.
Cuaca Jadi Senjata?
Sementara itu, Euro-Mediterranean Human Rights Monitor menyatakan bahwa musim dingin telah digunakan sebagai alat tekanan terhadap penduduk Gaza melalui kebijakan blokade yang masih diberlakukan serta pembatasan masuknya bantuan, termasuk tempat penampungan sementara.
Lembaga tersebut memperingatkan bahwa ratusan rumah yang rusak akibat serangan berisiko runtuh karena cuaca yang terus memburuk. Warga sipil, menurut laporan itu, terpaksa memilih antara bertahan di bangunan yang tidak aman atau tinggal di tenda-tenda darurat yang tidak mampu melindungi mereka dari hujan dan dingin.
Euro-Mediterranean Human Rights Monitor menilai kebijakan yang disebut sebagai “pengurangan tempat tinggal” merupakan bagian dari strategi sistematis pengusiran paksa serta penyangkalan hak atas pemuukiman yang layak bagi penduduk sipil.
Lembaga tersebut juga menyerukan kepada komunitas internasional dan Pelapor Khusus PBB untuk Hak Pemukiman yang Layak agar segera menekan pihak Israel mencabut blokade. Menurut mereka, mempertahankan blokade di tengah musim dingin sama dengan membiarkan terjadinya kematian secara sengaja. [RUTEE/EgyptToday]
0 Komentar :
Belum ada komentar.