RUANGTENGAH.co.id, Kairo - Pemerintah Mesir menyetujui pendirian Fakultas Al-Qur’an dan Ilmu Qira’at di lingkungan Universitas Al-Azhar, Kairo, menyusul rekomendasi yang diajukan Grand Syaikh Al-Azhar Prof. Dr. Ahmed Al-Yhayeb.
Keputusan ini disampaikan Rektor Universitas Al-Azhar, Prof. Dr. Salamah Daud pada Rabu (25/2/2026) dengan menyampaikan Surat Keputusan Perdana Menteri No. 504 tahun 2026 yang menetapkan Fakultas Al-Qur’an dan Ilmu Qiraa’at untuk mahasiswa dan mahasiswi di Kairo, seperti dilansir Masr Al-Yaum.
Pendirian fakultas baru ini bertujuan memperkuat kajian Al-Qur’an secara komprehensif, khususnya dalam bidang bacaan (qira’at) dan ilmu-ilmu Al-Qur’an, serta memperkokoh peran Al-Azhar sebagai pusat keilmuan Islam dunia.
Menurut laporan Al Jazeera, keputusan tersebut diambil setelah pemerintah Mesir menyetujui permintaan Grand Syaikh Al-Azhar, yang menilai perlunya lembaga akademik khusus untuk memperdalam studi Al-Qur’an secara sistematis dan terstruktur di tingkat perguruan tinggi.
Fakultas Al-Qur’an ini direncanakan berlokasi di kampus Universitas Al-Azhar kawasan Nasr City, Kairo, dan akan dibuka bagi mahasiswa laki-laki maupun perempuan. Program akademik dijadwalkan mulai beroperasi pada tahun ajaran 2026–2027.
Fakultas tersebut akan memfokuskan kurikulum pada kajian bacaan Al-Qur’an, ilmu qira’at, sanad bacaan, serta disiplin keilmuan pendukung lainnya. Kehadiran fakultas ini diharapkan melahirkan generasi ulama dan akademisi Qur’ani yang memiliki kompetensi keilmuan mendalam dan berlandaskan tradisi Islam moderat.
Pemerintah Mesir menilai pendirian fakultas ini sebagai bagian dari upaya memperkuat pendidikan keagamaan yang berorientasi pada moderasi, keseimbangan pemahaman teks, dan respons terhadap tantangan ideologi ekstrem di dunia Islam.
Sebagai lembaga pendidikan Islam tertua di dunia, Universitas Al-Azhar selama berabad-abad menjadi rujukan utama umat Islam dari berbagai negara. Penambahan fakultas khusus Al-Qur’an ini dinilai sebagai langkah strategis untuk memperkuat posisi Al-Azhar dalam pengembangan ilmu-ilmu keislaman di tingkat global. [RUTE/MASRALYAUM]
0 Komentar :
Belum ada komentar.