RUANGTENGAH.co.id, Washington DC. – Ratusan demonstran pro-Palestina menggelar unjuk rasa di depan Gedung Putih pada Selasa (25/3), menuntut penghentian bantuan militer AS ke Israel menyusul serangan terbaru di Gaza yang menewaskan ratusan warga sipil.
Para pengunjuk rasa, yang mengenakan keffiyeh dan membawa bendera Palestina, meneriakkan yel-yel, ”Embargo senjata sekarang!”, "Akhiri pendudukan ini sekarang!" dan ”Bebaskan Palestina!”.
Beberapa spanduk yang dibawa mengecam keras kebijakan pemerintah AS, dengan tulisan, “Hentikan semua bantuan AS ke Israel”, "Bom AS membuat dokter Gaza melakukan amputasi tanpa anestesi”, “Bebaskan Mahmoud Khalil" (seorang aktivis Palestina yang ditahan).
Protes ini muncul setelah Israel kembali melancarkan serangan udara di Gaza pada Selasa pagi, menewaskan lebih dari 400 orang dan melukai ratusan lainnya, pelanggaran terhadap gencatan senjata yang berlaku sejak 19 Januari.
Kementerian Kesehatan Palestina menyatakan sebagian besar korban adalah warga sipil, termasuk wanita dan anak-anak.
Sejak Oktober 2023, serangan Israel di Gaza telah menewaskan lebih dari 48.500 orang (mayoritas perempuan dan anak-anak) dan melukai 112.000 lebih. Gambar-gambar yang beredar menunjukkan kehancuran permukiman sipil dan korban yang terjebak reruntuhan.
Demonstran menuntut pemerintahan Presiden Donald Trump untuk segera (1) Menghentikan pengiriman senjata ke Israel; (2) Menekan Israel untuk gencatan senjata permanen; dan (3) Mendorong solusi damai bagi Palestina.
Hingga kini, Gedung Putih belum memberikan pernyataan resmi terkait protes ini. Namun, sebelumnya AS terus mendukung Israel secara militer dan politik, meski mendapat kritik internasional atas tingginya korban jiwa di Gaza. (RUTE/anadolu)
0 Komentar :
Belum ada komentar.