RUANGTENGAH.co.id, Islamabad - Pakistan, Arab Saudi, Turki, dan Mesir menggelar pembicaraan tingkat tinggi untuk mencari jalan mengakhiri konflik di Timur Tengah, khususnya perang yang melibatkan Iran dengan Israel dan Amerika Serikat secara dini dan permanen.
Pertemuan yang berlangsung di Islamabad pada Minggu (92/3/20226) ini difokuskan pada upaya de-eskalasi konflik yang kian memanas, sekaligus memperkuat koordinasi diplomatik antarnegara Muslim.
Menteri Luar Negeri Pakistan, Ishaq Dar, mengatakan seluruh pihak membahas berbagai kemungkinan solusi untuk menghentikan perang dan menurunkan ketegangan di kawasan.
Ia juga mengungkapkan bahwa negara-negara peserta menyatakan kepercayaan terhadap peran Pakistan sebagai fasilitator diplomasi, dengan dukungan penuh dari China untuk kemungkinan perundingan Iran–Amerika Serikat di Islamabad.
Diplomasi Empat Negara
Pertemuan tersebut dihadiri oleh Menteri Luar Negeri Arab Saudi Pangeran Faisal bin Farhan, Menteri Luar Negeri Mesir Badr Abdelatty, serta Menteri Luar Negeri Turki Hakan Fidan.
Keempat diplomat membahas perkembangan situasi regional, dampaknya terhadap stabilitas, serta pentingnya meningkatkan upaya diplomasi guna meredakan krisis.
Kementerian Luar Negeri Pakistan menyatakan diskusi mencakup konsultasi intensif terkait dinamika kawasan serta langkah bersama untuk memperkuat keamanan dan stabilitas regional.
Dalam agenda terpisah, Pangeran Faisal juga bertemu Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif untuk membahas dampak konflik dan upaya kolektif menjaga stabilitas kawasan.
Pakistan Dorong Dialog, Tekan Iran Hentikan Serangan
Sehari sebelumnya, Ishaq Dar melakukan komunikasi langsung dengan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi. Dalam pembicaraan tersebut, Dar mendesak agar seluruh serangan dan permusuhan segera dihentikan.
Ia menegaskan bahwa dialog dan diplomasi merupakan satu-satunya jalan menuju perdamaian yang berkelanjutan, sekaligus menegaskan komitmen Pakistan dalam mendukung setiap upaya pemulihan stabilitas regional.
Pakistan dalam beberapa pekan terakhir muncul sebagai mediator penting antara Teheran dan Washington sejak konflik pecah pada 28 Februari, menyusul serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran yang dibalas oleh Teheran.
Ketegangan tersebut berdampak besar terhadap jalur energi global, terutama di Selat Hormuz yang menjadi jalur vital distribusi minyak dunia.
Isyarat De-eskalasi dari Selat Hormuz
Sebagai bagian dari upaya meredakan ketegangan, Iran dilaporkan menyetujui penambahan akses bagi kapal berbendera Pakistan untuk melintasi Selat Hormuz. Ishaq Dar menyebut sebanyak 20 kapal tambahan akan diizinkan melintas, dengan dua kapal per hari. Langkah ini dinilai sebagai sinyal positif dari Teheran.
“Ini adalah isyarat konstruktif yang patut diapresiasi dan menjadi pertanda menuju stabilitas kawasan,” ujar Dar.
Upaya diplomatik yang dipimpin Pakistan ini diharapkan dapat membuka jalan bagi dialog yang lebih luas, sekaligus meredakan konflik yang berpotensi mengganggu stabilitas regional dan ekonomi global. [RUTE/ARABNEWS]
0 Komentar :
Belum ada komentar.