Internasional

Imam Besar Al Azhar Al Syarif Menerima Kunjungan Imam Besar dari Indonesia

Imam Besar Al Azhar Al Syarif Menerima Kunjungan Imam Besar dari Indonesia
Imam Besar (Grand Syaikh) Al Azhar Al Syarif Prof Dr Ahmad Al Thayyeb bersama Imam Besar Masjid Istiqlal Jakarta Prof Dr Nasaruddin Umar, di Kairo, Selasa (22/8). (gambar : indonesiacairo)

RUANGTENGAH.co.id, Kairo - Imam Besar (Grand Syaikh) Al Azhar Al Syarif, Prof Dr Ahmad Al Thayyeb menerima kunjungan kehormatan Imam Besar Masjid Istiqlal Jakarta Prof Dr Nasaruddin Umar MA, Selasa (22/8). 

 

Kunjungan Imam Besar Masjid Istiqlal ini bertujuan menjalin kerjasama Pendidikan Kaderisasi Ulama Masjid Istiqlal (PKUMI). Dalam kunjungan ini Prof Nasaruddin didampingi Duta Besar RI Lutfi Rauf, Atase Pendidikan KBRI Kairo, Korfung Pensosbud dan Direktur PKUMI Dr Rosita Tandus. 

 

Sementara Syaikh Al Thayyeb didampingi penasehat Grand Syaikh untuk urusan hubungan luar negeri, Abdurrahman Musa  dan penasehat Grand Syaikh untuk urusan mahasiswa internasional, Dr nahlah Al Suaidi. 

 

Pertemuan berlangsung di gedung Masyakhatul Azhar. Prof Nasaruddin yang juga merupakan Rektor Universitas Perguruan Tinggi Ilmu Al Quran (PTIQ) Jakarta menyampaikan program PKUMI yang bertujuan mencetak ulama berwawasan global. Program ini diselenggarakan atas kerjasama Masjid Istiqlal dan Universitas PTIQ dengan pendanaan oleh Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Kementerian Keuangan RI. 

 

IMG_20230823_063333.jpg

 

Adapun peserta program ini adalah mahasiswa jenjang S2 (Magister) dan S3 (Doktoral) dengan masa pendidikan dua dan tiga tahun untuk masing-masing jenjang. Termasuk di dalamnya program Short Course yang dilakukan secara kerjasama dengan Al Azhar selama tiga sampai enam bulan. 

 

Selama berada di Al Azhar para peserta akan mengikuti penguatan studi keislaman, bahasa Arab, riset ilmiah dan praktik pengayaan lapangan di bawah bimbingan para ulama Al Azhar. 

 

Prof Nasaruddin juga menyampaikan secara khusus permohonan kepada Grand Syaikh Al Thayyeb untuk memberikan bimbingan dan dukungan berupa kerjasama dengan Al Azhar sehingga Al Azhar dapat mempersiapkan para ulama dan dosen untuk mengajar para peserta program ini. Prof Nasaruddin juga berharap Al Azhar dapat memberikan supervisi dan evaluasi pada kurikulum yang digunakan dalam program ini. 

 

Grand Syaikh Al Thayyeb menyambut baik dan mengapresiasi program PKUMI ini. Grand Syaikh merekomendasikan untuk diadakan pembahasan lebih lanjut antara Masjid Istiqlal, Universitas PTIQ, KBRI Kairo dan Al Azhar. (RUTE/kbri)

 

 

 

 

0 Komentar :

Belum ada komentar.