RUANGTENGAH.co.id, Garut - Pondok Pesantren Darussalam Kersamanah, Garut, Jawa Barat menyambut kedatangan donatur dari Kuwait. Kunjungan ini merupakan kegiatan rutin tahunan yang bertepatan dengan peringatan hari kemerdekaan negara Kuwait ke-62 yang jatuh pada 25 Februari.
“Ponpes Darussalam sebagai salah satu penerima manfaat sekaligus penyalur donasi tentu turut berbahagia atas peringatan hari kemerdekaan Kuwait ini,” ungkap pimpinan pesantren, KH Devi Muharom Sholahuddin, Selasa (11/2/2025).
Kepada RuangTengah, Kyai Devi mengutarakan ada beberapa agenda selama kunjungan para tamu Kuwait ini di Darussalam.
“Yang pertama adalah peresmian asrama yatim yaitu gedung Daarur Robi’ah Lil Aitam di Ponpes Darussalam,” jelas Kyai alumnus Universitas Al Azhar Kairo, Mesir itu.
“Kemudian meresmikan rutilahu yang sudah rampung diperbaiki sebanyak lima rumah dengan rincian tiga rumah dari Kuwait dan dua rumah dari donatur Qatar,” sambungnya.
Kunjungan donatur Kuwait ini memang bersamaan dengan kunjungan donatur dari negara lainnya yaitu Qatar, Maroko dan Australia.
Hingga saat ini total jumlah Rutilahu (rumah tidak layak huni) yang sudah selesai diperbaiki dengan dana bantuan dari para donatur ini mencapai lebih dari 200 rumah.
“Rumah-rumah tersebut tersebar di beberapa desa yaitu desa Kersamanah, desa Nanjung Jaya dan desa Mekar Raya,” lanjut Kyai Devi.
Agenda ketiga para donatur ini adalah pembagian sembako Ramadhan, yang juga merupakan agenda tahunan.
“Alhamdulillah pada pembagian kali ini jumlah penerimanya bertambah menjadi 632 kepala keluarga,” imbuhnya.
Paket sembako ini terdiri dari beras, gula, minyak goreng, terigu, teh, susu dan mie instan. Kyai Devi mengungkapkan harapannya paket sembako ini dapat turut menunjang para penerima manfaat dalam menyambut datangnya bulan Ramadhan.
“Para donatur juga membagikan infak sedekah untuk anak-anak yatim yang berlajar di Darussalam,” tambahnya.
Kerjasama Pendidikan dan Sosial
Kyai Devi menerangkan bahwa Ponpes Darussalam Kersamanah sudah menjalin kerjasama dengan para donatur dari berbagai negara dalam beberapa tahun terakhir. Kerjasama ini terutama dalam bidang pendidikan dan sosial.
“Untuk pendidikan, Ponpes Darussalam setiap tahun menjadi penyalur bantuan dari para donatur ini berupa bangunan asrama, kelas, aula, balai latihan kerja hingga perlengkapan dan peralatan belajar santri,” terang Kyai yang menyelesaikan program doktoralnya di Universitas Darussalam Gontor.
“Sedangkan untuk sosial berupa bantuan beasiswa penuh untuk anak yatim, santunan untuk dhuafa di lingkungan sekitar pesantren, pembangunan rutihalu beserta isinya, dan pembangunan masjid-masjid yang berada di atas tanah wakaf,” pungkasnya. [RUTE]
0 Komentar :
Belum ada komentar.