Internasional

Media Israel Sebut Oman dan Indonesia akan Jalin Hubungan Diplomatik dengan Israel

Media Israel Sebut Oman dan Indonesia akan Jalin Hubungan Diplomatik dengan Israel

RUANGTENGAH.co.id, Yerusalem - Media Israel, The Jerusalem Post, menyebut Indonesia dan Oman adalah dua negara selanjutnya yang akan menjalin hubungan diplomatik dengan negara Yahudi.

Hal ini tak lepas dari upaya presiden AS Donald Trump yang terus mengajak negara-negara Arab dan muslim ke dalam perjanjian Abraham. Dua negara Teluk seperti Uni Emirat Arab dan Bahrain secara resmi sudah menandatangani kesepakatan normalisasi dengan Israel. Disusul Sudan dan Maroko. Dan terakhir adalah Bhutan.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada Sabtu malam (12/12) mengatakan, ”Israel menjalin hubungan dengan negara-negara lain yang ingin bergabung dan menjalin hubungan dengan kami."

Wakil Presiden AS Mike Pence berencana mengunjungi Israel pada Januari, seperti yang pertama kali dilaporkan oleh The Jerusalem Post pekan lalu, Menteri Kerjasama Regional Ofir Akunis (Likud) mengatakan kepada Radio Angkatan Darat hari Minggu.

Selama berada di sini, Pence mungkin akan mengumumkan beberapa negara lain yang akan menjalin hubungan diplomatik dengan Israel, tambahnya.

Sumber diplomatik mengidentifikasi bahwa Oman dan Indonesia sebagai dua negara yang telah mengadakan pembicaraan lebih maju untuk normalisasi dan dapat diumumkan sebelum Presiden AS Donald Trump meninggalkan jabatannya pada 20 Januari 2021.

Menteri Intelijen Eli Cohen juga menyebut negara Indonesia dalam wawancara Radio Angkatan Darat.

Namun, Kementerian Luar Negeri Indonesia membantah hal itu dan menegaskan kembali dukungannya untuk negara Palestina, seperti dilansir CNN Indonesia.

Penasihat Keamanan Nasional AS Robert O'Brien mengatakan bahwa lebih banyak kesepakatan normalisasi Israel-Arab yang sedang dalam proses. Hal ini dia katakan saat bertemu dengan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu pada hari Minggu (13/12) di Yerusalem.

“Sekarang adalah momentum yang bagus bagi negara mana saja yang mengusung perdamaian,” kata O’Brien. “Akan ada banyak negara yang mengikuti karena bagaimanapun membangun perdamaian itu jauh lebih baik daripada cara yang ditawarkan teroris dan radikalis,” selorohnya.

O'Brien mencatat bahwa perjanjian normalisasi dengan Maroko sangat istimewa karena begitu banyak orang Israel yang dapat menelusuri jejak nenek moyang mereka melalui Maroko.

Netanyahu berterima kasih kepada Presiden AS Donald Trump dan timnya atas pekerjaan yang telah mereka lakukan untuk mewujudkan kesepakatan tersebut.

Pada hari Jumat (11/12), Oman menyambut baik pengumuman hubungan antara Israel dan Maroko. Oman mengungkapkan bahwa negaranya pun akan terus berusaha untuk mencapai perdamaian yang komprehensif, adil dan abadi di Timur Tengah.

Netanyahu mengunjungi Oman pada 2018 dan bertemu dengan pemimpinnya saat itu, Sultan Qaboos. Israel memiliki hubungan perdagangan tidak resmi dengan Oman pada 1994-2000, dan kedua negara tersebut bekerja sama dalam menentang agresi Iran.

Sedangkan dengan Indonesia, Israel tidak memiliki hubungan diplomatik formal, tetapi bekerja sama dalam perdagangan dan pariwisata. Indonesia membeli senjata dari Israel pada 1970-an dan 1980-an, dan tentara Indonesia pernah berlatih di Israel. Pada 1993, Perdana Menteri Yitzhak Rabin bertemu dengan presiden Indonesia Soeharto di Jakarta. (RUTE/AA/TJP)

Tags: -

0 Komentar :

Belum ada komentar.