Kolom

Merdeka dari Polarisasi

Merdeka dari Polarisasi

Oleh : Rashid Satari

 

Tahun ini, Indonesia merayakan ulang tahun kemerdekaannya yang ke-78. Momentum ini tidak hanya merupakan perayaan semata, tetapi juga ajang refleksi mendalam tentang perjalanan bangsa dan tantangan yang dihadapi. Di tengah persiapan menghadapi tahun politik yang krusial, refleksi atas semangat kemerdekaan dan kerukunan menjadi lebih penting daripada sebelumnya.

 

Kemerdekaan adalah warisan berharga yang diperjuangkan oleh para pahlawan bangsa. Namun, dalam perjalanan menuju kemajuan, kita dituntut untuk menjaga kerukunan sebagai fondasi yang menguatkan negara. Tahun politik 2024, dengan pemilihan presiden dan pemilihan legislatif, menjadi ujian sejauh mana kita bisa mempertahankan semangat kemerdekaan dan mempromosikan kerukunan di tengah perbedaan.

 

Tantangan utama yang dihadapi adalah polarisasi politik. Tahun-tahun politik sering kali memicu perpecahan di masyarakat, di mana perbedaan pandangan menjadi penyebab konflik. Oleh karena itu, refleksi atas semangat perjuangan para pahlawan kemerdekaan mengingatkan kita untuk melampaui kepentingan pribadi dan golongan, dan memandang kepentingan nasional sebagai tujuan bersama.

 

Salah satu cara untuk menjaga kerukunan adalah dengan memperkuat pemahaman akan nilai-nilai demokrasi. Melalui pendidikan dan dialog, kita dapat mendorong masyarakat untuk menghargai keanekaragaman pandangan politik, sambil tetap memelihara semangat persatuan. Pemahaman akan pentingnya partisipasi politik yang konstruktif akan membantu mengurangi ketegangan dan mempromosikan diskusi yang beradab.

 

Selain itu, media juga memainkan peran kunci dalam menjaga kerukunan. Tanggung jawab media untuk menyajikan informasi yang akurat, seimbang, dan tidak memprovokasi perpecahan sangat penting dalam menjaga keamanan dan kedamaian. Refleksi atas kemerdekaan harus menginspirasi media untuk mengedepankan prinsip-prinsip jurnalisme yang beretika demi kepentingan bersama.

 

Penting juga untuk mendorong partisipasi masyarakat dalam proses politik. Melalui partisipasi yang aktif, masyarakat dapat merasa memiliki peran dalam menentukan arah negara. Pembangunan yang inklusif, di mana semua suara didengar, akan memupuk kerukunan yang kokoh dan mengurangi potensi gesekan politik.

 

Perayaan HUT RI ke-78 adalah saat yang tepat untuk mengingat kembali semangat perjuangan yang membebaskan kita dari belenggu kolonialisme dan menyatukan kita sebagai bangsa. Dalam menghadapi tahun politik 2024, semangat ini harus menjadi panduan untuk mengatasi perbedaan dan menjaga kerukunan. 

 

Dengan menghormati prinsip demokrasi, mendukung media yang bertanggung jawab, dan mendorong partisipasi aktif masyarakat, kita dapat memastikan bahwa semangat kemerdekaan tetap bersinar terang dalam menjaga persatuan dan kesatuan Indonesia. Merdeka!

0 Komentar :

Belum ada komentar.