Internasional

Mesir Buka Perbatasan, Korban Luka dan WNA Mulai Dievakuasi dari Gaza

Mesir Buka Perbatasan, Korban Luka dan WNA Mulai Dievakuasi dari Gaza
Ambulans pertama yang mengangkut korban luka parah warga Gaza Palestina memasuki Mesir pada Rabu (1/11). (gambar : AFP)

RUANGTENGAH.co.id, Rafah - Otoritas Mesir pada Rabu (1/11) membuka pintu perbatasan Rafah yang menjadi pintu penghubung antara Gaza dengan Mesir dan dunia luar. 

 

Kantor berita AFP melaporkan sejumlah pemegang paspor asing yang terjebak di Gaza mulai meninggalkan wilayah yang sedang diamuk perang itu. Konvoi 61 truk pengangkut bantuan juga telah melintas dan memasuki Gaza. Sekitar 400 orang asing, orang dengan kewarganegaraan ganda, dan warga Gaza yang sakit dan terluka parah telah dievakuasi dan memasuki Mesir. 

 

Sebuah sumber Reuters menyebut bahwa sebelumnya, Qatar melakukan mediasi antara Mesir, Israel dan Hamas, dengan koordinasi bersama Amerika Serikat, untuk memungkinkan para pemegang paspor asing dan warga yang terluka parah agar bisa keluar dari Gaza. 

 

Sumber Israel yang tidak mau disebut namanya membenarkan bahwa kesepakatan telah dicapai. Orang-orang dengan paspor asing yang akan dievakuasi sudah terdata. 

 

Hingga saat ini belum diketahui berapa lama pintu perbatasan Rafah dibuka. Sementara itu, Mesir telah menyiapkan rumah sakit lapangan di Sheikh Zuweidah, Sinai. Ambulans pertama yang membawa pasien warga Palestina yang terluka telah melintasi perbatasan pada hari Rabu.

 

Sumber keamanan Mesir menyebut bahwa ada 500 pemegang paspor asing yang akan memasuki Mesir. Termasuk dua dokter berpaspor Filipina yang tergabung dalam kelompok bantuan medis Doctors Without Borders (MSF) kata seorang pejabat Kementerian Luar Negeri Filipina.

 

Dalam sebuah tayangan detik-detik dibukanya perbatasan Rafah nampak seorang anak di dalam salah satu ambulans. Pejabat Mesir mengatakan ada sekitar 90 korban luka parah yang diizinkan melintas dan mendapat perawatan di Mesir. 

 

Kesepakatan antara Mesir, Israel dan Hamas ini tidak termasuk isu lain seperti pembebasan sandera, atau genjatan senjata untuk meringankan krisis kemanusiaan di wilayah paling terisolir di dunia itu. 

 

Serangan brutal Israel ke Gaza mengakibatkan jatuhnya korban jika sebesar 8.525 warga Palestina, termasuk 3.542 anak-anak, ungkap Kementerian Kesehatan Gaza. (RUTE/arabnews)

0 Komentar :

Belum ada komentar.