Nasional

Muhammadiyah Siap Bangun Rumah Sakit Lapangan di Gaza

Muhammadiyah Siap Bangun Rumah Sakit Lapangan di Gaza
Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Abdul Mu’ti menyampaikan keterangan pers di Jakarta, Rabu (11/10). (sumber : muhammadiyahorid)

RUANGTENGAH.co.id, Jakarta - Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Abdul Mu’ti menyatakan Muhammadiyah siap untuk sesegera mungkin mengirimkan relawan dan tenaga medis berpengalaman ke Jalur Gaza, Palestina. 

 

“Secara sumber daya manusia, Muhammadiyah sebenarnya sudah sangat siap dengan tenaga-tenaga kemanusiaan yang terlatih itu dan dengan perlengkapan-perlengkapan pelayanan kesehatan, termasuk rumah sakit lapangan yang sebenarnya kita sudah cukup memiliki dan kemudian sekali lagi ini tinggal faktor koordinasi saja,” ungkap Abdul Mu’ti dalam keterangan pers di Jakarta, Rabu (11/10). 

 

Abdul Mu’ti memaparkan bahwa permasalahan yang sekarang di hadapi bukanlah aspek sumber daya, melainkan teknis pengiriman ke sana karena situasi yang masih sulit. Terlebih, tidak ada perbatasan negara yang membuka akses masuk untuk bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza. 

 

“Untuk teknis pengiriman dari Indonesia ke sana harus mununggu perkembangan lebih lanjut karena  situasinya perang,” imbuh Mu’ti. 

 

“Tapi, Muhammadiyah sekarang ini relatif memadai dan memiliki jumlah relawan kemanusiaan yang sudah terlatih dan mereka sudah beberapa kesempatan dikirim ke Turki, Rakhine State Rohingnya, dan berbagai negara lain,” sambungnya.

 

Mu’ti menjabarkan bahwa selama ini bantuan kemanusiaan yang disalurkan Muhammadiyah sudah berlangsung cukup lama melalui kerjasama dengan Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Palestina. 

 

Selain berupa bantuan sandang dan pangan, bantuan itu juga ada yang berupa beasiswa pendidikan tinggi, program pemberdayaan. Muhammadiyah juga telah membangun sekolah bagi para pengungsi Palestina di Beirut, Lebanon. 

 

Terkait situasi termini di Jalur Gaza, maka beberapa program pemberdayaan akan dikonversi untuk memperkuat kebutuhan prioritas warga sipil yang terdampak di Gaza. 

 

“Mungkin sumber daya dan sumber dana yang kita punya akan kita alihkan untuk kepentingan yang lebih immediate atau kepentingan relief terutama untuk membantu mereka yang menjadi korban dari perang ini,” ungkap Mu’ti. 

 

Tidak lupa, dalam keterangan persnya Abdul Mu’ti mengajak masyarakat Indonesia untuk membantu dan memperkuat solidaritas terhadap bangsa yang sudah 75 tahun terjajah itu.

 

“Selama ini (dukungan) telah dilakukan oleh bangsa Indonesia mendukung perjuangan bangsa Palestina, namun ini sekarang memang perlu untuk diperkuat lagi. Mudah-mudahan kami bisa berbuat yang bermanfaat untuk membantu masyarakat sipil yang menjadi korban dari Perang Israel Palestina ini,” pungkasnya. (RUTE/muhammadiyah)

0 Komentar :

Belum ada komentar.