Internasional

Petani Palestina Temukan Artefak Berusia 4.500 Tahun

Petani Palestina Temukan Artefak Berusia 4.500 Tahun

RUANGTENGAH.co.id, Gaza City - Kementerian Barang Antik Gaza menjelaskan bahwa seorang petani lokal menemukan artefak dewi cinta, keindahan dan perang bangsa Kan’aan saat menggali di ladang.

Otoritas arkeologi Palestina mengungkapkan bahwa artefak dewi kuno itu berusia 4.500 tahun.

Petani bernama Nidal Abu Eid menemukan artefak berupa potongan kepala patung yang diyakini sebagai dewa bangsa Kan’aan ketika ia mengolah ladangnya di Khan Younis, sebuah kota di selatan Jalur Gaza.

Potongan kepala patung itu berukuran 22 cm berwujud dewi Anat yang mengenakan mahkota ular. Diperkirakan patung ini berasal dari sekitar tahun 2.500 SM. Demikian menurut Kementerian Pariwisata dan Barang Antik Gaza.

“Anat adalah dewi cinta, kecantikan, dan perang dalam mitologi Kanaan,” kata Jamal Abu Rida, direktur jenderal kementerian kepada wartawan, Selasa (26/4).

Dia menambahkan bahwa Palestina, khususnya wilayah Gaza, telah melewati banyak peradaban manusia termasuk Kanaan, Romawi, Bizantium dan Islam.

[embed]https://www.youtube.com/watch?v=kNtP68QNmKg[/embed]

Membantah Klaim Zionis

“Ini membatalkan klaim Zionis bahwa tanah Palestina adalah tanah tak bertuan,” tambah Jamal.

“Penemuan ini membuktikan bahwa Palestina memiliki peradaban dan sejarah, dan tidak ada yang bisa menyangkal atau memalsukan sejarah ini,” tambahnya.

Petani Abu Eid mengatakan bahwa dia  secara kebetulan menemukan artefak itu dalam kondisi berlumpur dan mencucinya hingga bersih dengan air.

“Saya menyadari bahwa benda itu berharga, tetapi saya tidak tahu jika dia memiliki nilai arkeologis yang begitu besar," katanya kepada BBC. “Kami berterima kasih kepada Tuhan, dan kami bangga bahwa benda itu ada di tanah kami, di Palestina, sejak zaman Kanaan,” tambahnya.

Artefak tersebut sekarang dipajang di Qasr al Basha, bekas istana selama periode Ottoman dan Mamluk di Kota Tua Gaza yang sekarang berfungsi sebagai museum.

Peninggalan Romawi

Pada bulan Februari, pekerja konstruksi di Gaza Utara menemukan komplek kuburan era Romawi berusia 2.000 tahun yang mencakup setidaknya 34 makam.

Sebulan sebelumnya, kementerian barang antik mengumumkan bahwa mereka telah merenovasi dan merestorasi sebuah gereja Bizantium yang berasal dari tahun 500 M dengan bantuan lembaga donor asing, dalam upaya untuk meningkatkan pariwisata domestik.

Terlepas dari artefak kuno dan situs bersejarahnya, hampir tidak ada pariwisata internasional ke Gaza. (RUTE/MEE)

(sumber video : The Nastional News)
Tags: -

0 Komentar :

Belum ada komentar.