Humaniora

Presiden Mahasiswa Universitas London Seorang Muslimah

Presiden Mahasiswa Universitas London Seorang Muslimah

RUANGTENGAH.co.id, London - Shaima Dallali, 26 tahun, menjadi muslimah keturunan Arab pertama yang memenangkan kursi presiden mahasiswa di Universitas London.

Berhijab dan enerjik, Shaima terus mengkampanyekan perjuangan rakyat Palestina dan mengkritisi pemerintah Inggris yang terus menekan aktifitas mahasiswa dalam kampanye tersebut.

Sikap Shaima yang didukung oleh mahasiswa lainnya ini muncul sebagai tanggapan atas laporan tentang upaya pemerintah Inggris menekan serikat mahasiswa yang mengadopsi kegiatan berbau antisemit yang mana itu mendapat kritik dari IHRA (International Holocaust Remembrance Alliance).

Tekanan dari pemerintah ini disinyalir akan mempengaruhi aktivitas mahasiswa dalam mendukung perjuangan rakyat Palestina.

“Mahasiswa sudah aktif dan terlibat dalam masalah pendidikan dan akademik. Kebebasan berbicara adalah masalah penting bagi mahasiswa,” kata Shaima dalam wawancara bersama Aljazeera, seperti dilansir Middleeastmonitor, Kamis (18/3).

Namun, dia menegaskan, meski tekanan pemerintah cukup kuat, para mahasiswa memiliki kesadaran dan bisa menahan upaya pemerintah untuk membungkam suara mereka.

Mendukung Perjuangan Palestina

Shaima, bersama mahasiswa lainnya, mendirikan Friends of Palestine Society. Sebelumnya, ia juga telah meluncurkan lebih beberapa kampanye untuk meningkatkan kesadaran tentang Palestina.

Shaima juga aktif mengangkat masalah yang menjadi perhatian mahasiswa, menyuarakan hak-hak dan membela tuntutan mereka. Hal itu membuat dirinya mendapatkan kepercayaan dari para mahasiswa.

Baik mahasiswa Muslim maupun non-Muslim memilih Shaima untuk memimpin serikat mahasiswa. Hal itu membuatnya muslimah berhijab pertama yang menjadi presiden mahasiswa dalam sejarah universitas. Ia terpilih dalam pemilihan pada awal bulan ini dengan partisipasi 19.000 pemilih yang memenuhi syarat.

Menghadapi Islamofobia

Menghadapi gelombang Islamofobia di dunia barat, Shaima mengatakan, "Dari posisi saya di universitas ini, saya akan fokus untuk lebih efektif. Dan kita perlu lebih terlibat dalam menerapkan strategi yang memungkinkan kami bekerja dengan komunitas pelajar dan komunitas lokal untuk menolak rasisme dalam segala bentuknya."

Selain Shaima, dua muslimah Arab berhijab lainnya juga memenangkan posisi wakil presiden. Tim ini akan memimpin serikat mahasiswa selama satu tahun penuh setelah resmi menjabat pada bulan Juli.

Shaima lahir dari ayah Tunisia dan ibu Sudan. Dia datang ke Inggris pada tahun 2000, dan belajar di Universitas London dan memperoleh gelar master di bidang Hukum.

Dia berharap kesuksesan akademiknya bisa membuka jalan bagi kemenangan lain bagi muslim demi tujuan yang adil. (RUTE/AA/MEMO)

Tags: -

0 Komentar :

Belum ada komentar.