Internasional

Tak Hanya di Indonesia, Korupsi juga Melonjak saat Pandemi di Tunisia

Tak Hanya di Indonesia, Korupsi juga Melonjak saat Pandemi di Tunisia

RUANGTENGAH.co.id, Tunis - Kepala Otoritas Anti-Korupsi Nasional Tunisia (INLUCC), Imed Boukhris pada Rabu (9/12) mengumumkan bahwa tingkat korupsi telah meningkat setelah merebaknya virus Corona di Tunisia, sebagaimana dilansir The Nation Press, Kamis (10/12).

Hal itu disampaikannya di sela-sela konferensi kelima pemberantasan korupsi yang diselenggarakan oleh INLUCC di ibu kota Tunis. Konferensi ini bertemakan, "Memerangi Korupsi di Masa Revolusi Digital".

Boukhris membenarkan, "Korupsi telah meningkat di Tunisia setelah merebaknya virus korona. Semua koruptor mengambil kesempatan untuk mendapatkan kekayaan ilegal dengan mengorbankan rakyat dan negara."

"Jumlah vaksin virus Corona akan sedikit, dan para koruptor akan memanfaatkannya untuk menjadi lebih kaya dan memperoleh lebih banyak keuntungan," tambahnya.

Boukhris menekankan bahwa INLUCC sedang bekerja keras memerangi fenomena korupsi di Tunisia.

Hingga Rabu malam, Tunisia telah mencatat total 105.445 kasus positif virus Corona, termasuk 3.668 kematian dan 80.082 pemulihan.

INLUCC didirikan pada November 2011 untuk menggantikan Komisi Penyelidik Penyelewengan dan Korupsi, yang dibentuk menyusul kebangkitan revolusi Tunisia.

Tindak korupsi di masa pandemi memang sesuatu yang sangat disesalkan. Selain melanggar hukum, juga melukai rasa kemanusiaan. Baru-baru ini publik Indonesia juga dikejutkan dengan kasus korupsi dana bantuan sosial (bansos) yang melibatkan Menteri Sosial Juliari P. Batubara dengan angka hingga belasan miliar rupiah dan berpotensi masih besar lagi angkanya.

Menteri dan beberapa pejabat terkait sudah diamankan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). (RUTE/AA)

Tags: -

0 Komentar :

Belum ada komentar.