Nasional

UNICEF: Krisis Air di Gaza Kritis, 90% Penduduk Kesulitan Akses Air Bersih

UNICEF: Krisis Air di Gaza Kritis, 90% Penduduk Kesulitan Akses Air Bersih
Ilustrasi. (Gambar : UN)

 

RUANGTENGAH.co.id, Jalur Gaza – Badan PBB untuk urusan perlindungan anak-anak dunia, UNICEF menyatakan bahwa krisis air di Jalur Gaza telah mencapai tingkat yang sangat mengkhawatirkan. 

 

Dalam laporan terbarunya, UNICEF mengungkapkan bahwa sembilan dari sepuluh penduduk Gaza tidak memiliki akses ke air minum bersih.  

 

Rosalia Bollen, perwakilan UNICEF di Gaza, menjelaskan bahwa 600.000 orang yang sempat mendapatkan kembali akses air minum pada November 2024 kini kembali kehilangan akses tersebut. 

 

“Pemulihan akses air bersih sangat penting bagi ribuan keluarga dan anak-anak di Gaza,” tegasnya.  

 

Badan-badan PBB memperkirakan bahwa 1,8 juta penduduk Gaza, lebih dari setengahnya adalah anak-anak, sangat membutuhkan bantuan air, sanitasi, dan kebersihan. 

 

Situasi ini semakin memburuk setelah Israel memutus pasokan listrik ke Gaza pada hari Minggu (9/3/2025), yang mengakibatkan terganggunya operasi pabrik desalinasi air.  

 

Kecaman Internasional

 

Keputusan Israel untuk memutus aliran listrik ke Gaza menuai kecaman dari berbagai pihak, termasuk Pelapor Khusus PBB untuk Hak Asasi Manusia di Wilayah Palestina, Francesca Albanese. 

 

Albanese menyebut keputusan ini sebagai “peringatan genosida” dan menegaskan bahwa pemutusan listrik akan berdampak buruk pada kehidupan warga Gaza.  

 

“Peringatan genosida! Pemutusan pasokan listrik Israel ke Gaza berarti, antara lain, tidak ada stasiun desalinasi yang berfungsi. Akibatnya, tidak ada air bersih untuk warga Gaza,” tulis Albanese di platform X.  

 

Menteri Energi dan Infrastruktur Israel, Eli Cohen, membenarkan keputusan tersebut dan menyatakan bahwa pemutusan listrik dilakukan sebagai bentuk tekanan terhadap Hamas. Namun, kelompok Hamas mengecam langkah ini sebagai bagian dari upaya Israel untuk melanjutkan perang pemusnahan terhadap Gaza.  

 

Krisis air di Gaza telah memicu kekhawatiran serius terkait kesehatan dan kesejahteraan warga, terutama anak-anak. Tanpa akses air bersih, risiko penyakit menular seperti diare dan kolera semakin tinggi. Selain itu, ketiadaan listrik juga mengganggu operasi rumah sakit dan fasilitas kesehatan lainnya, yang sangat bergantung pada pasokan listrik untuk menjalankan peralatan medis.  

 

UNICEF dan organisasi kemanusiaan lainnya terus mendesak komunitas internasional untuk segera mengambil tindakan guna mencegah bencana kemanusiaan yang lebih besar di Gaza. [RUTE] 

0 Komentar :

Belum ada komentar.