Internasional

Al-Azhar Peringati Fathu Makkah: Tekankan Nilai Rekonsiliasi dan Persatuan Umat

Al-Azhar Peringati Fathu Makkah: Tekankan Nilai Rekonsiliasi dan Persatuan Umat
Wakil Imam Besar Al-Azhar, Prof. Dr. Mohammad Abdurrahman Al-Duwaini. (Gambar : ET)

RUANGTENGAH.co.id, Kairo - Institusi keislaman terkemuka, Al-Azhar Al-Syarif, menggelar peringatan peristiwa Fathu Makkah di Masjid Al-Azhar, Kairo, pada Selasa 10 Maret 2026, sebagai bagian dari rangkaian kegiatan dakwah ilmiah yang diselenggarakan selama bulan Ramadan.

 

Acara tersebut dihadiri oleh Wakil Imam Besar Al-Azhar, Mohammad Abdurrahman Al-Duwaini, dan Menteri Wakaf Mesir, Osama Al-Azhari, serta sejumlah ulama, akademisi, dan tokoh keagamaan dari berbagai lembaga Islam di Mesir.

 

Dalam sambutannya, para pembicara menegaskan bahwa peristiwa Fathu Makkah merupakan salah satu tonggak penting dalam sejarah Islam yang memperlihatkan keagungan akhlak Nabi Muhammad SAW ketika beliau memasuki kota Makkah tanpa melakukan pembalasan terhadap orang-orang yang sebelumnya memusuhi beliau dan para sahabat.

 

Menurut para ulama Al-Azhar, kemenangan tersebut tidak hanya dimaknai sebagai keberhasilan politik atau militer, tetapi juga sebagai kemenangan moral yang menegaskan nilai-nilai pemaafan, toleransi, dan rekonsiliasi sosial.

 

Syaikh Mohamed Al-Duwaini dalam kesempatan tersebut mengingatkan bahwa sikap Nabi Muhammad SAW ketika membebaskan Makkah menunjukkan teladan agung dalam membangun perdamaian.

 

Ia menegaskan bahwa Nabi memilih jalan pengampunan dengan memberikan perlindungan kepada penduduk Makkah, sebuah sikap yang menurutnya menjadi pelajaran penting bagi umat manusia di tengah konflik dan perpecahan yang masih terjadi di berbagai belahan dunia.

 

Para pembicara dalam forum tersebut juga menekankan bahwa pesan moral dari peristiwa Fathu Makkah tetap relevan bagi masyarakat modern, terutama dalam membangun hubungan sosial yang dilandasi keadilan, kasih sayang, dan persatuan.

 

Menteri Wakaf Mesir Osama Al-Azhari menambahkan bahwa sejarah Islam sarat dengan pelajaran tentang bagaimana kekuatan moral dan keluhuran akhlak dapat menjadi dasar bagi terciptanya perdamaian yang berkelanjutan.

 

Acara peringatan ini merupakan bagian dari program Ramadan yang setiap tahun diselenggarakan oleh Al-Azhar di Masjid Al-Azhar. Program tersebut meliputi ceramah keagamaan, kajian ilmiah, forum diskusi ulama, serta berbagai kegiatan ibadah yang diikuti oleh ribuan jamaah dari Mesir maupun berbagai negara.

 

Melalui kegiatan tersebut, Al-Azhar berupaya menghidupkan kembali warisan sejarah Islam sekaligus menegaskan peran lembaga tersebut sebagai pusat penyebaran nilai-nilai Islam moderat yang menekankan persaudaraan, kedamaian, dan toleransi di tengah masyarakat global.[RUTE/AZHAR]

0 Komentar :

Belum ada komentar.