Internasional

Al-Azhar Rayakan Usia 1.086 Tahun, Teguhkan Komitmen Moderasi Islam Global

Al-Azhar Rayakan Usia 1.086 Tahun, Teguhkan Komitmen Moderasi Islam Global
(gambar : Masr Al-Yaum)

RUANGTENGAH.co.id, Kairo — Lembaga pendidikan Islam tertua dan paling berpengaruh di dunia, Al-Azhar, memperingati 1.086 tahun berdirinya melalui rangkaian kegiatan yang digelar serentak di berbagai wilayah Mesir. Perayaan berlangsung di sejumlah kota, antara lain Kairo, Qena, dan Alexandria, dengan melibatkan ulama, tokoh pendidikan, serta masyarakat luas.

 

Peringatan ini menjadi momentum penting bagi Al-Azhar untuk kembali menegaskan perannya sebagai pusat keilmuan Islam dunia, penggerak dakwah moderat, serta penjaga nilai toleransi dan perdamaian di tengah tantangan global yang kian kompleks.

 

Dalam sambutannya, Wakil Rektor Al-Azhar Dr. Muhammad Al-Duwaini menyampaikan pesan dari Grand Syaikh Al-Azhar, Ahmed Al-Thayeb. Ia menegaskan bahwa Al-Azhar tidak hanya berfungsi sebagai institusi pendidikan formal, melainkan memiliki peran historis yang jauh lebih mendalam.

 

“Al-Azhar adalah representasi nyata keterhubungan antara ilmu dan wahyu, sekaligus manifestasi sejarah panjang dalam menjaga umat Islam dari ekstremisme dan kekacauan pemikiran,” ujar Al-Duwaini, sebagaimana dilansir Masr Al-Yaum, Kamis (26/2/2026).

 

Ia menambahkan, peringatan milad Al-Azhar bukan sekadar perayaan usia lembaga. “Ini adalah peringatan atas warisan keilmuan dan moderasi yang telah dijaga dan diwariskan selama lebih dari satu milenium,” tuturnya.

 

Al-Duwaini juga menekankan pentingnya upaya Al-Azhar dalam memadukan tradisi keilmuan klasik dengan pendekatan kontekstual modern, guna menjawab tantangan zaman tanpa kehilangan akar nilai Islam yang autentik.

 

Rangkaian peringatan diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, pemutaran film dokumenter sejarah Al-Azhar, serta sambutan dari tokoh lokal dan para ulama.

 

Di Qena, perwakilan Al-Azhar menyampaikan salam dan doa khusus dari Grand Imam kepada jamaah dan masyarakat, seraya menegaskan urgensi menjaga persaudaraan dan toleransi antarumat beragama.

 

Selain kegiatan seremonial, peringatan juga diisi dengan agenda budaya dan forum ilmiah yang menyoroti peran Al-Azhar dalam menghadapi berbagai tantangan ideologi ekstrem. Para ulama dan akademisi menilai Al-Azhar tetap menjadi monumen keilmuan Islam dan lokomotif moderasi, yang melahirkan generasi ulama berlandaskan teks keagamaan, rasionalitas, serta kesadaran sejarah.

 

Didirikan pada tahun 970 M di Kairo, Al-Azhar hingga kini terus menjadi rujukan utama umat Islam dunia. Peringatan 1.086 tahun ini menegaskan kembali komitmen Al-Azhar dalam menjaga keseimbangan pemikiran Islam, merespons dinamika global, serta mendorong dialog dan perdamaian antarbangsa. [RUTE/MASRALYAUM]

0 Komentar :

Belum ada komentar.