Internasional

Al-Azhar : Waspada, Jamaah Masjid Al-Aqsa Menurun Tajam

Al-Azhar : Waspada, Jamaah Masjid Al-Aqsa Menurun Tajam
(Gambar : FairObserver)

RUANGTENGAH.co.id, Kairo - Observatorium Al-Azhar untuk Pemberantasan Ekstremisme baru-baru ini mengeluarkan peringatan serius mengenai kondisi di Masjid Al-Aqsa. Dalam laporannya, lembaga tersebut mengungkapkan bahwa jumlah jamaah Muslim yang beribadah di sana merosot tajam hingga hampir setengahnya dalam 17 tahun terakhir. 

 

Kondisi ini berbanding terbalik dengan jumlah pemukim Israel yang memasuki kompleks tersebut, yang justru melonjak drastis hingga sebelas kali lipat dalam periode yang sama.

 

Pihak Al-Azhar juga menyoroti narasi beberapa media berbahasa Ibrani yang menyebut fenomena ini terjadi karena menurunnya semangat beragama umat Muslim. Al-Azhar dengan tegas membantah klaim tersebut dan menjelaskan bahwa berkurangnya jumlah jamaah bukan karena keinginan sukarela, melainkan akibat dari kebijakan pengusiran paksa serta penangkapan sewenang-wenang terhadap para murabitoun atau penjaga masjid. 

 

Selain itu, pembatasan ketat yang diberlakukan oleh Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir, dinilai menjadi faktor utama yang menghalangi akses umat Islam ke tempat suci tersebut.

 

Lebih lanjut, observatorium Al-Azhar juga menilai adanya standar ganda yang dilakukan oleh polisi Israel. Di satu sisi, petugas keamanan memperketat ruang gerak jamaah Palestina, namun di sisi lain mereka justru memberikan fasilitas dan perlindungan penuh kepada kelompok-kelompok tertentu yang ingin memaksakan realitas baru di area masjid. 

 

Langkah-langkah ini dianggap sebagai upaya untuk menciptakan kebijakan fait accompli atau situasi yang sudah terjadi dan tidak dapat diubah, demi mengubah identitas Masjid Al-Aqsa secara bertahap dan melayani ambisi kelompok ekstremis.

 

Ketegangan ini terus berlanjut di lapangan, seperti yang terjadi pada Senin lalu ketika puluhan pemukim Israel kembali memasuki kompleks Masjid Al-Aqsa di bawah penjagaan ketat pasukan pendudukan. Pemerintah Provinsi Al-Quds mencatat ada sekitar 84 pemukim yang masuk dan melakukan berbagai tindakan provokatif serta ritual di halaman masjid. 

 

Sementara itu, pada saat yang bersamaan, warga Palestina yang ingin masuk untuk beribadah justru harus menghadapi barikade dan pembatasan yang sangat ketat dari pasukan keamanan. [RUTE/AHRAM]

 

0 Komentar :

Belum ada komentar.