RUANGTENGAH.co.id, Jakarta - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) memperkuat kerja sama kemanusiaan dengan Sudan untuk memperluas bantuan bagi warga sipil yang terdampak perang saudara berkepanjangan. Konflik di negara Afrika tersebut dilaporkan telah menewaskan lebih dari 200.000 orang dan memicu krisis kemanusiaan serius.
Penguatan kerja sama ini dibahas dalam pertemuan antara Ketua BAZNAS Noor Achmad dan Duta Besar Sudan untuk Indonesia, Yassir Mohamed Ali Mohamed, di kantor pusat BAZNAS, Jakarta, Jumat (20/2/2026).
Noor Achmad menyatakan keprihatinan mendalam atas situasi kemanusiaan yang terus memburuk di Sudan. Ia menegaskan komitmen BAZNAS untuk membantu warga sipil yang terdampak konflik, sejalan dengan prinsip kemanusiaan dan penghormatan terhadap hak asasi manusia yang selama ini dijunjung Indonesia.
Menurutnya, Sudan saat ini sangat membutuhkan dukungan internasional, terutama untuk merespons kondisi darurat kesehatan dan berbagai krisis turunan akibat perang. BAZNAS pun siap memimpin upaya penggalangan dana serta memobilisasi bantuan kemanusiaan dari masyarakat Indonesia untuk negara mayoritas Muslim tersebut.
“Fokus utama kami adalah membantu sektor kesehatan, khususnya melalui penyediaan fasilitas medis dan obat-obatan yang sangat dibutuhkan,” ujar Noor Achmad. Ia menambahkan, BAZNAS berupaya memastikan setiap bantuan yang dihimpun dapat tersalurkan secara tepat kepada mereka yang paling membutuhkan.
Noor Achmad berharap dukungan dari masyarakat Indonesia dapat membantu memulihkan harapan dan semangat warga Sudan yang tengah berjuang keluar dari dampak konflik berkepanjangan.
Sementara itu, Duta Besar Sudan Yassir Mohamed Ali Mohamed menyampaikan apresiasi atas solidaritas dan dukungan konsisten yang diberikan Indonesia.
Ia menekankan pentingnya bantuan untuk membangun kembali sistem kesehatan Sudan, termasuk rekonstruksi rumah sakit dan pengadaan peralatan medis sebagai kebutuhan paling mendesak.
Konflik bersenjata di Sudan telah menyebabkan jutaan orang mengungsi dan melumpuhkan layanan dasar. Sejumlah lembaga kemanusiaan internasional terus memperingatkan bahwa krisis di negara tersebut berpotensi semakin memburuk tanpa dukungan global yang berkelanjutan. [RUTE/ANTARA]
0 Komentar :
Belum ada komentar.