Internasional>Asia

Jusuf Kalla Kunjungi Afghanistan Tiga Hari untuk Misi Perdamaian

Jusuf Kalla Kunjungi Afghanistan Tiga Hari untuk Misi Perdamaian

RUANGTENGAH.co.id, Kabul - Mantan wakil presiden RI sekaligus Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) dan ketua Palang Merah Indonesia (PMI), Muhammad Jusuf Kalla mengunjungi Afghanistan untuk misi perdamaian.

Kedatangan Jusuf Kalla ini atas undangan langsung dari pemerintah Afghanistan, dalam hal ini presiden Ashraf Ghani, yang bermaksud meminta masukan untuk proses perdamaian di negeri yang sudah dilanda perang selama dua dekade.

Kalla tiba di Kabul, ibu kota Afghanistan para Rabu (23) pagi waktu setempat. Duta Besar Indonesia untuk Afghanistan, Arief Rachmand mengatakan bahwa Kalla langsung menuju Istana Haram Sarai setibanya di Kabul. Kalla langsung mengikuti pertemuan dengan para pemimpin negara para mullah itu.

“Kedatangan Pak Kalla yang cukup lama tertunda ini bertujuan untuk membantu solusi bagi kesepakatan damai di Afghanistan,” ucap Arief dalam sebuah pernyataan.

Juru bicara Jusuf Kalla, Husain Abdullah, mengatakan bahwa kunjungan ini merupakan kunjungan lanjutan dari upaya Pak Kalla dalam membantu proses perdamaian di Afghanistan sejak masih menjabat wakil presiden RI.

Indonesia adalah negara yang aktif mendorong tercapainya percamaian di Afghanistan. Tercatat, presiden RI Joko Widodo juga pernah mengunjungi negara itu pada Januari 2018 untuk melakukan pembicaraan dengan presiden Ashraf Ghani.

Kunjungan Jusuf Kalla kali ini berlangsung atas persetujuan dari wakil presiden RI Ma’ruf Amin. Wapres mendukung inisiatif ini bahkan menambahkan beberapa bahan diskusi untuk JK. Demikian menurut Husein Abdullah, juru bicara JK.

Rencananya, JK akan berada di Afghanistan selama tiga hari, sejak 23 hingga 25 Desember. Tidak disebutkan pejabat siapa saja yang akan melakukan pembicaraan dengan Kalla di sana.

Sosok Jusuf Kalla dikenal memiliki peran penting dalam beberapa proses perdamaian termasuk di tanah air. Kalla pernah menjadi perantara perdamaian antara pemerintah RI dengan gerakan pemberontakan di Aceh pada tahun 2004. Saat itu Kalla menjabat sebagai wakil presiden RI era kepresidenan Susilo Bambang Yudhoyono.

Kalla memulai pembicaraan damai di Aceh tak lama setelah bencana tsunami pada bulan Desember 2004 yang menghancurkan provinsi tersebut dan menelan korban tewas lebih dari 200.000 orang.

Tak hanya itu, Kalla juga memprakarsai perjanjian damai antara umat Kristen dan Muslim di kota Poso di Sulawesi Tengah yang bergolak pada tahun 2001. Saat itu Jusuf Kalla menjabat Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat.

Semua pihak mencapai kata sepakat berdamai dalam pembicaraan di kota Malino di tetangga Sulawesi Selatan dan dikenal sebagai Deklarasi Malino.

Dialog di Jakarta  Menteri Agama dan Haji Republik Islam Afghanistan Mohammad Qasim Halimi meminta secara langsung kepada Jusuf Kalla agar Indonesia bisa memfasilitasi dialog damai antara pemerintah Afghanistan dengan Taliban di Jakarta. [caption id="attachment_677" align="aligncenter" width="300"] Mohammad Qasim Halimi, Menteri Agama dan Haji Afghanistan, menyambut hangat kedatangan Jusuf Kalla di Kabul, Rabu (23/12). (foto:kompas)[/caption] "Kita mengharap Pak Kalla dan ulama-ulama Indonesia memfasilitasi dialog antara ulama Afghanistan dengan ulama Taliban di Jakarta," kata Kalla kepada Suara .com saat menyampaikan harapan Menag Qasim Halimi. Dalam pertemuannya dengan Kalla di Istana Presiden Afganistan Char Chinar Palace, Kabul, Menteri Qasim mengutarakan bahwa konflik Afghanistan berlarut-larut akibat adanya faksi-faksi yang berbeda pandangan mengenai model pemerintahan Islam yang tepat untuk negara itu. Qasim mengungkapkan bahwa pihaknya ingin segera mengakhiri konflik dan mencapai perdamaian sehingga rakyat Afghanistan bisa hidup aman dan tenang. Kalla menanggapi baik harapan Menteri Qasim. Ia menyampaikan komitmennya untuk mengajak setiap kelompok di Afghanistan ke meja perundingan. Sehingga mereka dapat duduk bersama dan berunding demi mengakhiri konflik di negara itu. (RUTE/AA/suaracom)
Tags: -

0 Komentar :

Belum ada komentar.