Nasional

Persis Ingatkan Bahaya Kultus Individu di Balik Kasus Pelecehan Berkedok Agama

Persis Ingatkan Bahaya Kultus Individu di Balik Kasus Pelecehan Berkedok Agama
Ketua Umum PP Persis, KH Jeje Zaenudin. (Gambar : Persis)

RUANGTENGAH.co.id, Jakarta -  Ketua Umum Pimpinan Pusat Persatuan Islam (Persis), KH Jeje Zaenudin, mengingatkan umat Islam untuk lebih waspada terhadap pola beragama yang cenderung dogmatis dan mistis. Menurutnya, sikap tersebut dapat membuka celah bagi oknum tertentu untuk menyalahgunakan otoritas agama, termasuk dalam kasus-kasus pelecehan seksual yang belakangan marak terjadi.

Ia menegaskan bahwa praktik mengkultuskan individu secara berlebihan hanya akan memperbesar risiko penyimpangan, terutama jika seseorang dianggap memiliki otoritas tanpa kontrol

Kecaman Keras dan Seruan Penegakan Hukum

KH Jeje menyampaikan duka dan keprihatinan mendalam atas berbagai kasus yang melibatkan oknum yang mengaku sebagai tokoh atau guru agama. Ia menilai, selain merusak citra lembaga keagamaan, tindakan tersebut juga meninggalkan trauma mendalam bagi para korban.

"Kami mengutuk keras segala bentuk pelecehan seksual, eksploitasi, dan tindakan amoral yang dilakukan oleh oknum yang mengaku atau dianggap sebagai tokoh, guru agama, atau pemimpin spiritual," ujarnya.

Ia menegaskan bahwa tindakan tersebut merupakan dosa besar dan pengkhianatan terhadap amanah ilmu. Pelaku, menurutnya, tidak bisa dianggap mewakili agama maupun lembaga Islam mana pun.

"Islam adalah agama kemuliaan dan kehormatan. Tidak ada tempat bagi pelaku kejahatan seksual yang memanfaatkan simbol, jabatan, atau otoritas agama," katanya.

Tak Ada Kekebalan, Semua Tunduk pada Hukum

KH Jeje menegaskan bahwa tidak ada satu pun individu yang kebal hukum, termasuk tokoh agama. Semua pihak wajib tunduk pada syariat, akhlak, serta hukum negara.

Karena itu, PP Persis mendesak agar penegakan hukum dilakukan secara tegas, transparan, dan tanpa pandang bulu. Ia juga menolak segala bentuk penyelesaian yang justru merugikan korban, seperti penyelesaian damai yang dipaksakan atau alasan menjaga nama baik lembaga.

Selain itu, Persis mendorong aparat kepolisian untuk menangani setiap laporan secara profesional dan memastikan perlindungan maksimal bagi korban.

Dorongan Perbaikan Sistem dan Cara Beragama

Lebih lanjut, KH Jeje mengajak umat Islam untuk menjauhi dua sikap ekstrem dalam beragama, yaitu terlalu dogmatis hingga membuka ruang eksploitasi, maupun terlalu bebas hingga mengabaikan prinsip dasar agama.

Ia mengimbau umat untuk kembali berpegang pada Al-Quran dan sunnah, serta menjalankan ajaran Islam dengan pemahaman yang sehat, rasional, dan beradab.

Di sisi lain, Persis juga mendorong lembaga pendidikan Islam, seperti pesantren, madrasah, dan majelis taklim, untuk memperkuat sistem perlindungan bagi santri dan jamaah. Hal ini mencakup pengawasan interaksi guru dan murid, larangan berduaan dengan lawan jenis yang bukan mahram, serta penguatan kontrol dari lembaga dan masyarakat.

"Demikianlah pernyataan sikap ini disampaikan kepada semua pihak terkait untuk menjadi perhatian dan kewaspadaan bersama," ujar KH Jeje. [RUTE/REPUBLIKA]

 

0 Komentar :

Belum ada komentar.