Humaniora

Prestasi Gitanjali Rao, ’Kid of The Year’ Versi Majalah Time yang Baru Berumur 15 Tahun

Prestasi Gitanjali Rao, ’Kid of The Year’ Versi Majalah Time yang Baru Berumur 15 Tahun

RUANGTENGAH.co.id, Seorang siswa sekolah menengah Colorado, AS, berusia 15 tahun telah mengaplikasikan kecerdasan buatan dan membuat aplikasi untuk menangani air minum yang terkontaminasi, ujaran kebencian di internet, kecanduan opioid, dan masalah sosial lainnya. Dia dinobatkan sebagai "Kid of the Year" yang pertama oleh Majalah Time.

Gitanjali Rao, seorang siswa tingkat dua di STEM School Highlands Ranch di pinggiran kota Denver yang tinggal di kota Lone Tree, terpilih dari 5.000 lebih nominator dalam pemilihan final yang dilakukan oleh komite anak, redaksi Time for Kids dan komedian Trevor Noah .

Rao mengungkapkan perasaannya kepada The Associated Press dalam wawancara Zoom dari rumahnya hari Jumat (3/12), “Tidak ada yang bisa saya bayangkan. Saya sangat bersyukur dan sangat senang bahwa kita benar-benar melihat generasi yang akan datang, karena masa depan ada di tangan kita."

Time mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa, bersama dengan Nickelodeon, pihaknya ingin mengorbitkan para pemimin baru dari generasi termuda Amerika melalui penghargaan tersebut.

Selama 92 tahun, Time secara rutin mengadakan penghargaan "Tokoh Tahun Ini", dan yang termuda adalah aktivis iklim Swedia Greta Thunberg, yang berusia 16 tahun saat menghiasi sampul majalah tahun lalu.

Time mengatakan, Rao menonjol karena mendorong bangkitnya komunitas inovator muda global dan menginspirasi mereka untuk mengejar cita-cita. Rao menegaskan bahwa memulai dari yang kecil tidak masalah, selama Anda menyukainya.

Inovasi Rao dimulai lebih awal. Pada usia 12 tahun, dia mengembangkan perangkat portabel untuk mendeteksi kandungan timbal dalam air.

Dia menciptakan perangkat bernama Epione yang mendiagnosis kecanduan Opioid secara dini. Dia juga menemukan aplikasi bernama Kindly yang menggunakan kecerdasan buatan untuk membantu mencegah ujaran kebencian di internet. Aplikasi ini memungkinkan remaja yang mengetik kata atau frasa dapat langsung mengetahui apakah kata yang mereka gunakan itu termasuk ujaran kebencian atau bukan, dan memungkinkan mereka memutuskan untuk mengedit apa yang mereka kirim atau untuk melanjutkannya.

“Dan saat ini, saya tertarik lagi meneliti ke air, melihat benda-benda bergerak seperti senyawa parasit di dalam air dan bagaimana kita bisa mendeteksinya,” kata Rao setelah seharian bersekolah secara virtual.

Dia mengatakan kepada aktris, aktivis dan editor kontributor Time, Angelina Jolie dalam sebuah wawancara Zoom bahwa minatnya pada sains dimulai sejak melihat krisis air minum di Flint, Michigan, dan dia terinspirasiuntuk mengembangkan cara mendeteksi kontaminan dan mengirimkan hasilnya secara digital ke ponsel, katanya.

“Saya berumur 10 tahun ketika saya memberi tahu orang tua saya bahwa saya ingin meneliti teknologi sensor tabung nano karbon di laboratorium penelitian kualitas Air Denver. Dan ibu saya hanya berkata,“ Apa?!” cerita Rao kepada Jolie.

Rao berkata bahwa banyak tugas yang akan segera berada di tangan generasi kita. Jadi jika tidak ada orang lain yang mau melakukannya, saya akan melakukannya."

Teknologi sensor melibatkan molekul atom karbon yang dapat mendeteksi perubahan kimiawi, termasuk bahan kimia dalam air.

Rao telah bermitra dengan sekolah di pedesaan; museum; organisasi sains, teknologi, teknik dan matematika; dan institusi lain untuk menyelenggarakan lokakarya inovasi bagi ribuan siswa lainnya.

Di dunia di mana sains semakin dipertanyakan atau ditantang, Rao bersikeras bahwa pencariannya adalah tindakan kebaikan yang esensial, cara terbaik agar generasi muda dapat memperbaiki dunia. Sains dan teknologi sedang digunakan untuk mengatasi pandemi virus Corona, pemanasan global, dan sejumlah masalah lain, katanya.

“Kami memiliki sains dalam segala hal yang kami lakukan, dan saya pikir itu adalah hal terbesar untuk diungkapkan, bahwa sains itu keren, inovasi itu keren, dan siapa pun bisa menjadi inovator,” kata Rao. (RUTE/AA/nbcnews)

Tags: -

0 Komentar :

Belum ada komentar.