RUANGTENGAH.co.id, Kairo - Universitas Al-Azhar Mesir tengah mengkaji rencana pembukaan sejumlah fakultas baru, termasuk Seni Rupa, Arkeologi, dan Terapi Fisik. Langkah ini dinilai sebagai bagian dari upaya memperluas spektrum keilmuan di institusi pendidikan Islam tertua di dunia tersebut.
Media Mesir melaporkan, rencana tersebut saat ini masih berada pada tahap studi akademik dan penyusunan regulasi. Jika seluruh proses berjalan lancar, fakultas-fakultas tersebut ditargetkan mulai dibuka pada tahun akademik 2026–2027.
Gagasan ini disebut berasal dari Grand Syaikh Al-Azhar, Prof. Dr. Ahmed Al-Thayeb, yang mendorong pengembangan potensi mahasiswa di berbagai bidang, termasuk seni dan ilmu terapan, tanpa meninggalkan nilai-nilai Islam.
Masih Tahap Kajian Akademik
Sejumlah pihak di lingkungan Al-Azhar menegaskan bahwa rencana tersebut belum menjadi keputusan final. Proses yang berjalan saat ini meliputi kajian kurikulum, kesiapan tenaga pengajar, hingga aspek administratif lainnya.
Pembukaan fakultas baru di lingkungan Al-Azhar bukan perkara sederhana. Selain mempertimbangkan kebutuhan akademik, institusi ini juga dikenal menjaga keseimbangan antara tradisi keilmuan klasik Islam dengan tuntutan perkembangan zaman.
Karena itu, setiap langkah pembaruan dilakukan secara hati-hati dan melalui proses yang cukup panjang.
Respons dan Makna Strategis
Rencana pembukaan Fakultas Seni Rupa menjadi sorotan tersendiri. Sejumlah akademisi menilai hal ini sebagai sinyal bahwa Al-Azhar semakin terbuka terhadap ekspresi seni dalam perspektif Islam.
Sementara itu, pembukaan fakultas Arkeologi dan Terapi Fisik dinilai sebagai langkah strategis untuk menjawab kebutuhan praktis masyarakat sekaligus memperluas kontribusi lulusan Al-Azhar di berbagai sektor.
Jika terealisasi, kebijakan ini berpotensi memperkuat posisi Al-Azhar sebagai lembaga pendidikan yang tidak hanya berfokus pada ilmu keagamaan, tetapi juga ilmu pengetahuan modern yang relevan dengan perkembangan global.
Menjaga Tradisi, Menyongsong Perubahan
Sebagai salah satu pusat keilmuan Islam dunia, Al-Azhar selama ini dikenal dengan pendekatan moderat dan keseimbangan antara teks dan konteks. Rencana pembukaan fakultas baru ini dipandang sebagai bagian dari upaya menjaga relevansi tersebut di tengah perubahan zaman.
Meski demikian, keputusan akhir masih menunggu hasil kajian menyeluruh. Publik kini menantikan apakah langkah ini benar-benar akan menjadi babak baru dalam sejarah panjang Al-Azhar. [RUTE/EGYPTTODAY]
0 Komentar :
Belum ada komentar.